Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Taliban berjanji untuk menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan. Demikian pernyataan Taliban dalam pertemuan dengan kepala kemanusiaan PBB di Kabul, kemarin.
Martin Griffiths berada di ibu kota Afghanistan pada hari Minggu (5/9) untuk beberapa hari pertemuan dengan para pemimpin Taliban. Pertemuan di tengah ancaman bencana kemanusiaan di negara yang baru di bawah kendali kelompok Islam garis keras.
"Pihak berwenang berjanji bahwa keselamatan dan keamanan staf kemanusiaan, dan akses kemanusiaan ke orang-orang yang membutuhkan, akan dijamin dan pekerja kemanusiaan - baik pria maupun perempuan - akan dijamin kebebasan bergerak," kata Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Griffiths, lanjut pernyataan tersebut, menegaskan kembali dalam pertemuan itu bahwa komunitas kemanusiaan berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang tidak memihak dan independen.
Dia juga meminta semua pihak untuk memastikan hak dan keselamatan perempuan, baik yang berkontribusi dalam pemberian bantuan maupun warga sipil.
Untuk diketahui, kebebasan perempuan di Afghanistan sangat dibatasi di bawah pemerintahan Taliban pada tahun 1996-2001.
Menurut sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter oleh juru bicara Taliban Suhail Shaheen, delegasi Taliban, yang dipimpin oleh salah satu pendiri kelompok itu Mullah Abdul Ghani Baradar, berterima kasih kepada pejabat PBB karena melanjutkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan dan meyakinkan mereka tentang kerja sama dan penyediaan fasilitas yang dibutuhkan.
PBB mengatakan Afghanistan terperosok dalam krisis kemanusiaan yang mempengaruhi 18 juta orang atau setengah dari populasinya.
Bahkan sebelum serangan kilat Taliban yang menggulingkan pemerintahan yang didukung negara Barat pada 15 Agustus, Afghanistan sudah sangat bergantung pada bantuan - dengan 40 persen dari PDB negara itu diambil dari pendanaan asing. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Langgar Protokol Kesehatan Laga Brasil vs Argentina Dihentikan
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved