Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN pada Senin (6/9) mengutuk keras serangan militer Taliban terhadap pejuang yang bertahan di Lembah Panjshir Afghanistan ketika kelompok Islam mengklaim telah menguasai daerah itu.
"Berita yang datang dari Panjshir benar-benar mengkhawatirkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan. "Serangan itu sangat dikutuk."
Iran, kekuatan muslim syiah yang dominan di kawasan itu, sampai sekarang menahan diri untuk tidak mengkritik Taliban sejak kelompok suni itu merebut Kabul pada 15 Agustus. Taliban pada Senin mengklaim kemenangan di daerah pegunungan Panjshir, dengan seorang juru bicara menyatakan, "Negara kita benar-benar dikeluarkan dari rawa perang," tiga minggu setelah kelompok Islamis merebut ibu kota.
Namun Front Perlawanan Nasional (NRF) yang terdiri dari milisi anti-Taliban dan mantan pasukan keamanan Afghanistan mengatakan para pejuangnya masih berada di posisi strategis di seberang lembah dan mereka melanjutkan perjuangan. "Mengenai masalah Panjshir, saya berkeras pada fakta bahwa itu diselesaikan dengan dialog di hadapan semua tetua Afghanistan," kata Khatibzadeh.
"Taliban harus sama-sama menghormati kewajiban mereka dalam hal hukum internasional dan komitmen mereka," tambahnya. "Iran akan bekerja untuk mengakhiri semua penderitaan rakyat Afghanistan demi mendirikan pemerintahan perwakilan untuk semua warga Afghanistan."
Menyinggung Pakistan, Khatibzadeh mengatakan Iran mengutuk semua campur tangan asing dalam urusan Afghanistan. "Kami ingin memberi tahu teman-teman kami dan mereka yang mungkin membuat kesalahan strategis memasuki Afghanistan dengan niat berbeda bahwa Afghanistan bukanlah negara yang menerima musuh (atau) agresor di wilayahnya," juru bicara Kemenlu Iran menambahkan.
Baca juga: Taliban Klaim Berhasil Rebut Lembah Panjshir
Iran, yang berbatasan 900 kilometer dengan Afghanistan, tidak mengakui Taliban selama masa kekuasaan mereka dari 1996 hingga 2001. Sudah menjadi tuan rumah bagi hampir 3,5 juta warga Afghanistan dan mengkhawatirkan gelombang baru, Teheran telah berusaha untuk membuat sketsa pemulihan hubungan dengan Taliban sejak mereka merebut Kabul di tengah penarikan AS bulan lalu. (AFP/OL-14)
TIONGKOK meminta Presiden Amerika Serikat menghentikan operasi militer terhadap Iran. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan ke negara teluk tersebut.
Inggris memimpin pembicaraan dengan 40 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah blokade Iran dan sikap lepas tangan Donald Trump.
Telusuri sejarah Kerajaan Hormuz, pengaruh dewa-dewa Persia kuno, peperangan dengan Khalid bin Walid, hingga peran vital Selat Hormuz dalam geopolitik dunia dan perdagangan global.
Hatami mengatakan pimpinan militer telah menginstruksikan komando operasional untuk memantau pergerakan pasukan AS secara cermat dan merespons tepat waktu.
Keputusan Donald Trump untuk mundur dari perang Iran dinilai belum mengakhiri konflik. Ini empat risiko besar yang bisa terjadi secara global.
Analisis mendalam mengenai inkonsistensi kebijakan Donald Trump terhadap Iran, mulai dari tekanan maksimum hingga tawaran negosiasi tanpa syarat.
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecam serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar. Kabul klaim lancarkan operasi balasan besar-besaran di perbatasan.
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved