Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bom Guncang Pakistan, Militan Afghanistan dan India Dituding

Wisnu Arto Subari
11/11/2025 19:00
Bom Guncang Pakistan, Militan Afghanistan dan India Dituding
Ilustrasi.(Freepik)

LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan kepada para wartawan.

Seorang sumber keamanan di Pakistan mengatakan kepada CNN bahwa ledakan di dekat pengadilan tinggi kota tersebut pada Selasa sore dini hari sedang diselidiki sebagai serangan bunuh diri.

Presiden negara itu, Asif Ali Zardari, merilis pernyataan yang mengecam peristiwa yang disebutnya sebagai ledakan bunuh diri di dekat Pengadilan Tinggi kota tersebut.

Islamabad mewajibkan keamanan tingkat tinggi untuk masuk dan keluar kota dengan zona keamanan khusus di seluruh ibu kota. Ledakan itu terjadi di area parkir kompleks peradilan kota yang ramai, distrik yang penuh dengan kantor-kantor pemerintahan tingkat tinggi.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Akan tetapi, pernyataan yang dirilis oleh sumber keamanan kepada CNN mengeklaim bahwa serangan itu dilakukan oleh militan yang terkait dengan Taliban Afghanistan dan India.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyatakan di X bahwa Pakistan berada dalam kondisi perang. Serangan ini harus dianggap sebagai peringatan terkait negosiasi dengan negara tetangganya, Afghanistan.

Pakistan menghadapi lonjakan kekerasan Islamis sejak Taliban Afghanistan menyerbu Kabul pada 2021. Islamabad telah lama menuduh Kabul melindungi kelompok militan Taliban Pakistan (dikenal sebagai TTP) yang dibantah oleh kelompok militan Afghanistan tersebut.

Bentrokan antara militer Pakistan dan Afghanistan pada Oktober menjadi kekerasan terburuk antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Upaya mempertahankan gencatan senjata batal ketika perundingan damai antara kedua negara tetangga gagal di Istanbul pekan lalu menyusul kebuntuan mencapai kesepakatan jangka panjang terkait kelompok-kelompok militan yang bermusuhan di Afghanistan yang beroperasi melawan Pakistan.

Asif menyatakan bahwa serangan ini, "Sampai ke Islamabad adalah pesan dari Kabul, yang--puji Tuhan--Pakistan memiliki kekuatan penuh untuk meresponsnya."

Serangan itu terjadi kurang dari sehari setelah satu perguruan tinggi kadet diserang oleh militan di Pakistan barat laut. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik