Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jubir Taliban Sebut Serangan Udara Pakistan 'Pengecut', Balasan Militer Dimulai

Thalatie K Yani
27/2/2026 09:16
Jubir Taliban Sebut Serangan Udara Pakistan 'Pengecut', Balasan Militer Dimulai
Tangkapan gambar dari video yang diperoleh dan dilacak lokasinya oleh CNN menunjukkan serangan Pakistan di Kabul pada hari Jumat, 27 Februari.(CNN)

SITUASI di perbatasan Asia Selatan memanas setelah militer Pakistan meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2/2026) pagi. Menanggapi aksi tersebut, pemerintah Taliban mengecam keras dan menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut.

Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengonfirmasijet tempur Pakistan menyasar beberapa titik di kota-kota penting. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan di pusat kota tersebut.

“Militer Pakistan yang pengecut telah meluncurkan serangan udara di wilayah tertentu di Kabul, Kandahar, dan Paktia,” tegas Zabiullah Mujahid. Ia menambahkan operasi balasan terhadap posisi militer Pakistan telah segera dimulai.

Eskalasi di Sepanjang Garis Perbatasan

Ketegangan ini merupakan buntut dari rangkaian aksi saling balas sejak Kamis malam. Pasukan Taliban mengeklaim telah melancarkan serangan balasan yang lebih luas dari arah Kandahar dan Helmand menyusul jatuhnya bom di wilayah mereka.

Deputi Juru Bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, mengeklaim pasukan Kabul berhasil memberikan perlawanan sengit. Menurut Fitrat, pasukan Afghanistan telah menewaskan 55 tentara Pakistan, menangkap sejumlah prajurit hidup-hidup, dan merebut 19 pos militer di sepanjang "Garis Durand", perbatasan sengketa sepanjang 1.600 mil.

Namun, laporan mengenai korban jiwa masih simpang siur. Di saat Pakistan mengeklaim telah menewaskan 133 pejuang Taliban, pihak Afghanistan membantah angka tersebut dan menyatakan hanya delapan tentara mereka yang gugur. Selain personel militer, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan bahwa serangan Pakistan juga menghantam kamp pengungsian di Nangarhar, melukai 13 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

Tudingan Terorisme dan 'Perang Terbuka'

Di pihak lawan, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menunjukkan sikap yang tidak kalah keras. Melalui media sosial, ia menuduh Afghanistan telah menjadi tempat berkumpulnya teroris dunia dan mengekspor terorisme ke negaranya.

“Kesabaran kami telah habis,” ujar Asif. “Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian.”

Islamabad bersikeras serangan mereka menargetkan kamp milik Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasi ISIS yang mereka tuduh sebagai dalang serangkaian serangan mematikan di wilayah Pakistan belakangan ini.

Sejak gencatan senjata rapuh yang disepakati pada Oktober lalu, ini merupakan gelombang kekerasan paling mematikan yang mengancam stabilitas kawasan. Zabiullah Mujahid menegaskan bahwa pihaknya kini mengerahkan pasukan penuh di sepanjang perbatasan untuk merespons setiap tindakan agresif dari militer Pakistan. (CNN/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya