Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Pakistan Gempur Wilayah Afghanistan, Kabul Tuding Warga Sipil Jadi Korban

Ferdian Ananda Majni
22/2/2026 16:02
Pakistan Gempur Wilayah Afghanistan, Kabul Tuding Warga Sipil Jadi Korban
ilustrasi.(Britanica.)

KETEGANGAN di perbatasan kembali memanas setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Afghanistan timur dan tenggara. Kabul menuduh serangan itu menewaskan warga sipil, sementara Islamabad mengeklaim operasi tersebut menargetkan basis kelompok militan.

Media Afghanistan, TOLOnews, melaporkan melalui platform X bahwa serangan udara terjadi di beberapa distrik di Provinsi Nangarhar dan Paktika.

"Sumber-sumber mengatakan kepada TOLOnews bahwa setelah serangan udara di distrik Khogyani, provinsi Nangarhar, pasukan Pakistan juga melakukan serangan di distrik Ghani Khel, provinsi Nangarhar dan distrik Behsud, provinsi Nangarhar," tulis saluran berita Afghanistan itu di platform media sosial AS X.

Laporan tersebut menambahkan bahwa sebuah rumah warga sipil di distrik Behsud menjadi sasaran.

"Sumber-sumber menambahkan bahwa di distrik Behsud, rumah seorang warga sipil yang diidentifikasi sebagai Shahabuddin menjadi sasaran. Pasukan Pakistan juga melakukan serangan udara malam ini di distrik Barmal, provinsi Paktika dan distrik Urgun, provinsi Paktika," lanjut laporan itu.

Mengutip sumber keamanan, media itu menyebut tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun. Dalam versi Pashto, dilaporkan pula bahwa sebuah khotbah keagamaan menjadi sasaran di distrik Barmal, Paktika.

Klaim Pakistan dan Tuduhan Kabul

Dalam unggahan terpisah, TOLOnews menyatakan militer Pakistan telah mengkonfirmasi melakukan serangan di wilayah Afghanistan, mengklaim bahwa tujuh tempat persembunyian milik Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan Negara Islam Provinsi Khorasan (ISKP) menjadi sasaran.

Juru bicara Kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad menyebut 23 anggota keluarga terjebak di bawah reruntuhan setelah sebuah rumah warga sipil dihantam di distrik Behsud. Empat orang berhasil diselamatkan, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras tindakan tersebut.

"Lingkaran militer Pakistan tertentu sekali lagi melanggar wilayah Afghanistan," ujarnya.

"Tadi malam, mereka membom warga sipil kita di provinsi Nangarhar dan Paktika, menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak," katanya.

"Para jenderal Pakistan mengkompensasi kelemahan keamanan di negara mereka sendiri melalui kejahatan semacam itu," paparnya.

Di pihak lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas ancaman keamanan lintas batas.

"Pakistan, sebagai respons pembalasan, telah melakukan penargetan selektif berdasarkan intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij (FAK) dan afiliasinya serta Negara Islam Provinsi Khorsan (ISKP) di wilayah perbatasan," kata kementerian tersebut pada Minggu (22/2) pagi.

Serangan itu disebut berkaitan dengan insiden bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini di Pakistan. Pemerintah Pakistan juga menegaskan harapannya kepada otoritas sementara Afghanistan agar mencegah penggunaan wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan.

"Pakistan mengharapkan dan menegaskan kembali kepada Pemerintah Sementara Afghanistan untuk memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris terhadap Pakistan karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama," tambah kementerian tersebut.

Sebelumnya, Pakistan menyatakan akan membalas pembunuhan dua personel keamanannya di Khyber Pakhtunkhwa dan menegaskan tidak akan membiarkan serangan yang diluncurkan dari wilayah Afghanistan tanpa respons.

Hingga kini, belum ada data terverifikasi secara independen mengenai jumlah korban dalam rangkaian serangan tersebut. (Anadolu/Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya