Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di perbatasan kembali memanas setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Afghanistan timur dan tenggara. Kabul menuduh serangan itu menewaskan warga sipil, sementara Islamabad mengeklaim operasi tersebut menargetkan basis kelompok militan.
Media Afghanistan, TOLOnews, melaporkan melalui platform X bahwa serangan udara terjadi di beberapa distrik di Provinsi Nangarhar dan Paktika.
"Sumber-sumber mengatakan kepada TOLOnews bahwa setelah serangan udara di distrik Khogyani, provinsi Nangarhar, pasukan Pakistan juga melakukan serangan di distrik Ghani Khel, provinsi Nangarhar dan distrik Behsud, provinsi Nangarhar," tulis saluran berita Afghanistan itu di platform media sosial AS X.
Laporan tersebut menambahkan bahwa sebuah rumah warga sipil di distrik Behsud menjadi sasaran.
"Sumber-sumber menambahkan bahwa di distrik Behsud, rumah seorang warga sipil yang diidentifikasi sebagai Shahabuddin menjadi sasaran. Pasukan Pakistan juga melakukan serangan udara malam ini di distrik Barmal, provinsi Paktika dan distrik Urgun, provinsi Paktika," lanjut laporan itu.
Mengutip sumber keamanan, media itu menyebut tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun. Dalam versi Pashto, dilaporkan pula bahwa sebuah khotbah keagamaan menjadi sasaran di distrik Barmal, Paktika.
Klaim Pakistan dan Tuduhan Kabul
Dalam unggahan terpisah, TOLOnews menyatakan militer Pakistan telah mengkonfirmasi melakukan serangan di wilayah Afghanistan, mengklaim bahwa tujuh tempat persembunyian milik Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan Negara Islam Provinsi Khorasan (ISKP) menjadi sasaran.
Juru bicara Kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad menyebut 23 anggota keluarga terjebak di bawah reruntuhan setelah sebuah rumah warga sipil dihantam di distrik Behsud. Empat orang berhasil diselamatkan, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras tindakan tersebut.
"Lingkaran militer Pakistan tertentu sekali lagi melanggar wilayah Afghanistan," ujarnya.
"Tadi malam, mereka membom warga sipil kita di provinsi Nangarhar dan Paktika, menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak," katanya.
"Para jenderal Pakistan mengkompensasi kelemahan keamanan di negara mereka sendiri melalui kejahatan semacam itu," paparnya.
Di pihak lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas ancaman keamanan lintas batas.
"Pakistan, sebagai respons pembalasan, telah melakukan penargetan selektif berdasarkan intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij (FAK) dan afiliasinya serta Negara Islam Provinsi Khorsan (ISKP) di wilayah perbatasan," kata kementerian tersebut pada Minggu (22/2) pagi.
Serangan itu disebut berkaitan dengan insiden bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini di Pakistan. Pemerintah Pakistan juga menegaskan harapannya kepada otoritas sementara Afghanistan agar mencegah penggunaan wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan.
"Pakistan mengharapkan dan menegaskan kembali kepada Pemerintah Sementara Afghanistan untuk memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris terhadap Pakistan karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama," tambah kementerian tersebut.
Sebelumnya, Pakistan menyatakan akan membalas pembunuhan dua personel keamanannya di Khyber Pakhtunkhwa dan menegaskan tidak akan membiarkan serangan yang diluncurkan dari wilayah Afghanistan tanpa respons.
Hingga kini, belum ada data terverifikasi secara independen mengenai jumlah korban dalam rangkaian serangan tersebut. (Anadolu/Fer/P-3)
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 500 terluka setelah gempa 6,3 SR mengguncang Mazar-e-Sharif, Afghanistan Utara.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan dekat kota Mazar-i-Sharif. USGS memperingatkan potensi korban jiwa ratusan dan kerusakan meluas.
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin didorong untuk fokus pada ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan nasional.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menandatangani perjanjian damai antara Kamboja dan Thailand setibanya di Malaysia.
Paetongtarn dituduh gagal menjalankan tugasnya karena tidak membela negara dengan baik dalam sebuah panggilan telepon dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen.
Mengenai para tentara Kamboja yang ditangkap, Perdana Menteri Manet mencatat bahwa melindungi nyawa mereka telah menjadi prioritas utama sejak saat penangkapan mereka.
Militer Thailand menahan sejumlah tentara Kamboja yang menyerah selama konflik bersenjata antara kedua negara di daerah perbatasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved