Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kamboja menyatakan kerahasiaan informasi tentang penangkapan tentara Kamboja mengutamakan keselamatan mereka. Nyawa angkatan bersenjata, serta warga negara Kamboja yang tinggal di zona konflik, merupakan prioritas utama Pemerintah Kerajaan, jelas Perdana Menteri Hun Manet, seperti dilansir Phnom Penh Post, Kamis (31/7).
Hal itu disampaikan Manet menanggapi pertanyaan tentang mengapa Kamboja belum merilis informasi terkait penangkapan tentaranya oleh pasukan Thailand.
“Pemerintah Kerajaan sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai gencatan senjata permanen sesegera mungkin,” ujarnya dalam unggahan media sosial, Kamis.
“Dalam konteks ini, pengelolaan informasi tentang pasukan kita di medan perang sangat penting untuk melindungi nyawa mereka dan memastikan keunggulan strategis pasukan kita,” tambahnya.
Mengenai para tentara yang ditangkap, yang kepulangannya masih ditunggu pemerintah, ia mencatat bahwa melindungi nyawa mereka telah menjadi prioritas utama sejak saat penangkapan mereka.
“Pada tahap awal, ketika nasib mereka masih belum jelas, pengelolaan informasi sangatlah penting. Mengungkapkan detail tertentu dapat membahayakan nyawa mereka atau mempersulit negosiasi pembebasan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan antara mempublikasikan informasi untuk memberi tahu publik dan menahannya untuk memastikan keselamatan para prajurit selama fase awal yang tidak pasti, pemerintah tidak punya pilihan selain mengelola informasi dengan cermat dan melakukan negosiasi agar mereka segera dipulangkan.
Manet mengklarifikasi bertentangan dengan beberapa tuduhan, pemerintah tidak menyembunyikan informasi untuk menyembunyikan informasi dari publik atau mengabaikan nyawa pasukannya.
Para pemimpin militer, katanya, telah menghubungi rekan-rekan mereka di Thailand untuk meminta pembebasan segera pasukan Kamboja sejak insiden tersebut terjadi.
Manet menambahkan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja juga meminta Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia, dalam perannya sebagai fasilitator dan pemantau gencatan senjata, untuk mendesak pimpinan militer Thailand agar mempercepat pembebasan para prajurit tersebut.
“Saya berharap militer Thailand akan mengembalikan semua prajurit kami yang saat ini berada di bawah kendali mereka ke Kamboja sesegera mungkin,” ujarnya.
Menurut Maly Socheata, juru bicara Kementerian Pertahanan, pasukan Thailand menangkap 21 tentara Kamboja pada pagi hari tanggal 29 Juli, setelah gencatan senjata berlaku.
Sejauh ini, jenazah salah satu tentara telah dikembalikan ke Kamboja, sementara 20 orang lainnya masih ditahan Thailand. Ia mendesak Thailand untuk segera membebaskan mereka.
Dirawat Sesuai Standar Internasional?
Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan Bangkok Post, Tentara Kerajaan Thailand (RTA) menahan 18 tentara Kamboja yang menyerah setelah bentrokan perbatasan di wilayah Sam Tae, Distrik Kantharalak, Provinsi Si Sa Ket.
Juru bicara militer Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menyebut bentrokan dimulai ketika pasukan Kamboja menembakkan senjata berat dan mortir ke wilayah Thailand. Militernya merespons dengan mengerahkan unit kavaleri khusus untuk melakukan serangan balik dan membersihkan posisi Kamboja.
Selama operasi tersebut, beberapa tentara Kamboja menyerah tanpa menunjukkan perilaku mengancam terhadap pasukan Thailand. Unit kavaleri melucuti senjata dan menahan mereka mengikuti prosedur yang tepat sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.
Ke-18 tahanan tersebut terdiri dari seorang subletnan, dua sersan mayor kelas dua, 12 sersan, dua kopral, dan satu prajurit. Seorang tentara, Sersan Mom Ridthi, terluka akibat tembakan di pinggul kanan dan lengan kirinya dan dibawa untuk dioperasi. Dua tentara Kamboja ditemukan tewas di daerah tersebut.
Semua tahanan saat ini ditahan di fasilitas aman di bawah Wilayah Angkatan Darat Kedua, tempat mereka diberikan perawatan dasar, termasuk pakaian, makanan, air minum, dan perawatan medis sesuai kebutuhan.
Mereka dirawat sesuai dengan standar militer internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Prosedur terkait akan diikuti selanjutnya.
Thailand akan memulangkan jenazah sesuai dengan standar internasional untuk menangani korban perang secara bermartabat. (B-3)
Piala ASEAN 2026 diselenggarakan pada Juli sampai Agustus tahun ini dan tidak termasuk dalam FIFA match day.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
EMPAT warga Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ditangkap lantaran berperan sebagai operator customer service (CS) situs judi online (judol) yang terhubung ke Kamboja.
Setelah kepulangan korban, Pemkab Tasikmalaya juga melakukan pendampingan hingga pemulihan korban.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menandatangani perjanjian damai antara Kamboja dan Thailand setibanya di Malaysia.
Paetongtarn dituduh gagal menjalankan tugasnya karena tidak membela negara dengan baik dalam sebuah panggilan telepon dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen.
Militer Thailand menahan sejumlah tentara Kamboja yang menyerah selama konflik bersenjata antara kedua negara di daerah perbatasan.
Baik PM Hun Manet maupun Penjabat PM Thailand Phumtham Wechayachai menyatakan kesediaan mereka untuk segera melakukan gencatan senjata dan kembali ke keadaan normal.
Pemerintah Thailand mengumumkan akan menghadiri perundingan di Kuala Lumpur,Malaysia. PM Anawar Ibrahim juga menyatakan bahwa pemimpin Kamboja juga akan menghadiri perundingan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved