Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini bertambah lagi 10 orang WNI yang kembali ke tanah air secara mandiri setelah melalui proses deportasi yang difasilitasi KBRI Phnom Penh. Sejak tanggal 30 Januari 2026, sebanyak 86 WNI, yang sebelumnya keluar dari sindikat penipuan daring di Kamboja, telah pulang menggunakan penerbangan komersial.
“Harapannya para WNI yang telah diberikan dukungan penerbitan dokumen perjalanan sementara (SPLP) oleh KBRI dan keringanan denda kemigrasian oleh otoritas Kamboja dapat segera mengatur perjalanan pulang ke Indonesia sesegera mungkin”, demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto.
Untuk dua minggu ke depan, tercatat 257 WNI yang telah membeli tiket penerbangan ke Indonesia. Guna memperlancar proses keberangkatan, KBRI melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan otoritas bandara di Phnom Penh.
Setibanya di Indonesia, para WNI tersebut diperiksa oleh tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk aparat penegak hukum. Upaya ini untuk melengkapi assessment awal yang telah dilakukan KBRI saat setiap WNI menyampaikan aduan ke KBRI.
Sebagai update, antara 16 Januari sampai dengan 5 Februari 2026, sebanyak 3.446 telah datang ke KBRI Phnom Penh setelah keluar dari sindikat penipuan daring di berbagai provinsi di Kamboja. Mereka meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia.
Di antara para WNI tersebut, 1.178 orang saat ini berada di penampungan sementara sambil menunggu proses deportasinya. Keperluan dasar para WNI difasilitasi KBRI bekerjasama dengan otoritas lokal.
Agar semakin banyak WNI dapat pulang ke Indonesia, KBRI terus tingkatkan proses pendataan WNI, verifikasi, assessment kasus, dan pembuatan SPLP bagi yang tidak punya paspor. KBRI juga telah menyampaikan ke otoritas Kamboja permohonan keringanan denda keimigrasian bagi hampir 800 WNI. Harapannya permohonan ini akan dikabulkan dalam beberapa hari ke depan. (H-2)
KEMENTERIAN Luar Negeri atau Kemlu RI mulai melaksanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap menyusul eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Setelah hampir dua bulan dalam penyanderaan, empat Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik perompak di perairan Gabon akhirnya dibebaskan.
PULUHAN WNI yang mengikuti tur ziarah dilaporkan tertahan di Amman, Yordania, akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut, minta evakuasi pembatalan penerbangan
AMERIKA Serikat dan Israel menyerang Iran, negara di Timur Tengah. Turki yang berbatasan langsung dengan timur tengah mendorong diplomasi, WNI diminta waspada
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyatakan kesiapan untuk dievakuasi menyusul memanasnya konflik Timur Tengah.
Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan ekspor ilegal 3.053 kg sisik trenggiling ke Kamboja. Nilainya ditaksir mencapai Rp183 miliar.
Otoritas Kamboja tangkap 81 WNA terkait sindikat romance scam. Pasca-operasi besar, sekitar 223.610 warga asing dilaporkan kabur meninggalkan negara tersebut.
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
WNI yang memerlukan dokumen perjalanan sementara dan telah memperoleh fasilitasi keringanan denda keimigrasian juga disebut membeli tiket kepulangan secara mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved