Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Dalih Buru Militan, Pakistan Disorot Usai Serangan ke Afghanistan

Ferdian Ananda Majni
23/2/2026 15:52
Dalih Buru Militan, Pakistan Disorot Usai Serangan ke Afghanistan
Militer Pakistan berjaga di gerbang perbatasan dengan Afghanistan.(Antara/Anadolu)

PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan, namun Kabul menuding operasi tersebut menghantam warga sipil dan menewaskan perempuan serta anak-anak. Ketegangan dua negara bertetangga itu pun kembali meningkat di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Islamabad tidak merinci lokasi pasti operasi maupun detail teknis lainnya.

Di Kabul, juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa serangan dilakukan di dalam wilayah negaranya. 

Dalam unggahan di platform X, ia mengatakan serangan menyasar warga sipil di Provinsi Nangarhar dan Paktika, serta menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Mujahid juga menuding militer Pakistan melakukan operasi itu untuk menutupi apa yang ia sebut sebagai kelemahan keamanan di dalam negeri.

Menjelang fajar Minggu (22/2), Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menulis di X bahwa militer telah melakukan operasi selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp milik Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan afiliasinya. Ia menambahkan bahwa afiliasi ISIS turut menjadi target di kawasan perbatasan.

Pada Oktober lalu, Pakistan juga melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Afghanistan dengan dalih memburu tempat persembunyian militan.

Tarar menyatakan Pakistan selalu berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini, namun menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan warga Pakistan tetap menjadi prioritas utama.

Perkembangan ini terjadi beberapa hari setelah serangan bom bunuh diri di Distrik Bajaur, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan dengan Afghanistan. 

Seorang pelaku, dengan dukungan orang-orang bersenjata, menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke dinding pos keamanan, menyebabkan sebagian kompleks runtuh dan menewaskan 11 tentara serta seorang anak. Otoritas setempat kemudian menyebut pelaku sebagai warga negara Afghanistan.

Beberapa jam sebelum serangan udara terbaru, aksi bom bunuh diri lain menyasar konvoi keamanan di Distrik Bannu, menewaskan dua tentara.

Setelah rangkaian kekerasan itu, militer Pakistan memperingatkan tidak akan menahan diri dan menyatakan operasi terhadap pihak yang bertanggung jawab akan terus berlanjut terlepas dari lokasi mereka, pernyataan yang mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Islamabad dan Kabul.

Tarar mengatakan Pakistan memiliki bukti yang meyakinkan bahwa serangan-serangan terbaru, termasuk bom bunuh diri di masjid Syiah di Islamabad yang menewaskan 31 jemaah awal bulan ini, dilakukan oleh militan yang bertindak atas perintah kepemimpinan dan penangan mereka yang berbasis di Afghanistan.

Ia menambahkan bahwa Pakistan telah berulang kali mendesak otoritas Taliban Afghanistan mengambil langkah terverifikasi untuk mencegah kelompok militan menggunakan wilayahnya sebagai basis serangan ke Pakistan. Namun, menurutnya, belum ada tindakan substantif yang dilakukan.

Tarar juga menyatakan Pakistan mendesak komunitas internasional menekan otoritas Taliban agar mematuhi komitmen dalam Perjanjian Doha untuk tidak mengizinkan wilayah Afghanistan digunakan melawan negara lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan menghadapi peningkatan kekerasan militan yang sebagian besar dikaitkan dengan TTP dan kelompok separatis Baloch yang dilarang. 

TTP terpisah, namun memiliki hubungan erat dengan Taliban Afghanistan yang kembali berkuasa pada 2021. 

Islamabad menuduh TTP beroperasi dari dalam Afghanistan, tuduhan yang dibantah oleh kelompok tersebut maupun pemerintah di Kabul.

Hubungan kedua negara tetap tegang sejak bentrokan perbatasan mematikan pada Oktober lalu yang menewaskan puluhan tentara, warga sipil dan tersangka militan. Kekerasan tersebut terjadi setelah ledakan di Kabul yang oleh pejabat Afghanistan dituduhkan kepada Pakistan.

Meski gencatan senjata yang dimediasi Qatar sebagian besar bertahan, pembicaraan lanjutan di Istanbul belum menghasilkan kesepakatan formal, sehingga hubungan Islamabad dan Kabul masih berada dalam situasi yang rentan. (The Guardian/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya