Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Serangan Udara di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi Narkoba, Puluhan Korban Jiwa Tewas

Thalatie K Yani
17/3/2026 10:09
Serangan Udara di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi Narkoba, Puluhan Korban Jiwa Tewas
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.(BBC)

TRAGEDI kemanusiaan melanda ibu kota Afghanistan setelah sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul menjadi sasaran serangan udara, Senin (16/3) malam. Pemerintah Taliban menuding Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang dikhawatirkan menelan puluhan korban jiwa tersebut.

Juru bicara pemerintah Taliban melalui platform X mengonfirmasi bahwa rumah sakit tersebut dihantam ledakan hebat pada Senin malam, yang mengakibatkan sejumlah orang tewas dan luka-luka. Hingga Selasa pagi, petugas medis masih berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Penyangkalan dari Pakistan

Di sisi lain, Kementerian Informasi Pakistan membantah telah menargetkan fasilitas kesehatan tersebut. Pihak Pakistan mengeklaim bahwa operasi militer mereka hanya menyasar instalasi militer dan apa yang mereka sebut sebagai "infrastruktur pendukung teroris" di Kabul serta Provinsi Nangahar yang terletak di bagian timur Afghanistan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan dampak yang berbeda. Koresponden BBC yang mengunjungi lokasi melaporkan sebagian area rumah sakit masih terbakar. Sedikitnya 30 jenazah terlihat dievakuasi menggunakan tandu dari gedung yang hancur tersebut.

Menurut keterangan pihak rumah sakit, fasilitas ini tengah merawat sekitar 2.000 pasien saat serangan terjadi. Mengingat kapasitas pasien yang besar, para pejabat kesehatan khawatir jumlah korban bisa mencapai ratusan orang.

Tidak Ada Fasilitas Militer

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Sharafat Zaman Amarkhail, menegaskan kepada BBC bahwa klaim sasaran militer di lokasi tersebut tidak berdasar. Ia menyatakan bahwa tidak ada fasilitas militer yang berada di dekat wilayah rumah sakit tersebut.

Warga setempat melaporkan mendengar ledakan keras di seberang Kabul sekitar pukul 20:50 waktu setempat, yang diikuti suara pesawat dan aktivitas sistem pertahanan udara. Di luar rumah sakit, suasana berubah mencekam saat anggota keluarga pasien berkumpul untuk mencari informasi mengenai nasib orang-orang terkasih mereka.

Eskalasi Konflik Lintas Batas

Serangan ini merupakan puncak dari ketegangan yang kembali memanas antara kedua negara tetangga tersebut sejak bulan lalu. Pakistan menuduh Afghanistan menampung kelompok militan, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Taliban.

Data dari Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mencatat setidaknya 75 orang telah tewas dan 193 lainnya luka-luka di Afghanistan akibat pertempuran lintas batas yang terus berlangsung sejak 26 Februari lalu. Eskalasi ini terjadi meskipun kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata yang rapuh pada Oktober tahun lalu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik