Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Akhiri Puasa Gol di Serie A, Jonathan David Apresiasi Dukungan Rekan Setim Juventus Lawan Sassuolo

Dhika Kusuma Winata
07/1/2026 12:23
Akhiri Puasa Gol di Serie A, Jonathan David Apresiasi Dukungan Rekan Setim Juventus Lawan Sassuolo
Ilustrasi(juventus.com)

JONATHAN David akhirnya menuntaskan puasa panjangnya dan mencetak gol di Serie A saat Juventus menang meyakinkan 3-0 atas Sassuolo, Rabu (7/1] dini hari WIB. Lebih dari sekadar gol, momen tersebut menjadi titik balik emosional bagi penyerang asal Kanada itu setelah mendapat sorotan tajam akibat kegagalan mengeksekusi penalti pada laga sebelumnya.

Juventus memang membutuhkan respons positif usai hasil imbang 1-1 melawan Lecce pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, David gagal menunaikan tugasnya dari titik putih setelah mencoba melakukan penalti gaya panenka yang dengan mudah diamankan kiper lawan. Kritik dari publik dan media pun mengalir deras.

Pada laga di Mapei Stadium kontra Sassuolo, Juventus tampil dominan sejak awal. Keberuntungan berpihak kepada Bianconeri saat umpan silang Pierre Kalulu berujung gol bunuh diri bek Sassuolo, Tarik Muharemovic.

Keunggulan itu kemudian dilengkapi oleh gol Fabio Miretti dan Jonathan David, yang sekaligus memastikan kemenangan telak tim tamu. Bagi David, gol tersebut terasa sangat spesial karena datang di momen yang tepat.

“Menurut saya ini gol yang bagus, dan datang pada waktu yang tepat untuk saya dan untuk tim,” ujar David kepada DAZN Italia.
“Yang terpenting pada akhirnya adalah kami kembali ke jalur kemenangan,” lanjutnya.

Saat David mencetak gol, seluruh pemain Juventus berlari ke arahnya untuk merayakan bersama, termasuk pelatih Luciano Spalletti dan para pemain cadangan. Perayaan itu menandai berakhirnya puasa gol David di Serie A yang berlangsung selama 16 pertandingan.

“Saya melihat semua orang ada di sana. Itu momen yang indah. Semua di sini sangat mendukung saya dan tim. Fakta bahwa semua bisa merayakan bersama adalah pertanda yang bagus, dan saya benar-benar menghargai itu,” ujar David.

Dia juga mengungkapkan perasaan terkait kegagalan penalti yang sempat menghantui dirinya. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan karena kurang percaya diri melainkan bagian dari risikonya sebagai eksekutor penalti.

“Yang paling menyakitkan setelah penalti itu adalah rasanya seperti kalah, padahal kami hanya imbang. Itulah yang paling menyakitkan, karena menang adalah hal terpenting,” katanya.

“Setelah itu saya tahu pertandingan datang dengan cepat, jadi saya mencoba melupakannya dan fokus ke laga berikutnya," imbuhnya.

Kemenangan atas Sassuolo menjaga Juventus tetap berada di posisi keempat klasemen Serie A bersama AS Roma. Namun persaingan menuju zona Liga Champions masih ketat karena Como hanya terpaut tiga poin dan masih memiliki satu laga tunda. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya