Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH DPR RI mengganti calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari Ketua Badan Keahlian DPR Inosentius Samsul ke politikus Adies Kadir menuai kritik tajam. Keputusan ini dinilai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan sinyal kuat adanya agenda politik untuk mempolitisasi MK demi kepentingan kekuasaan.
Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas sekaligus Pengajar Hukum Tata Negara, Muhammad Nurul Fajri, menyatakan bahwa manuver DPR tersebut merupakan bagian dari tren global menguatnya otoritarianisme yang menyasar institusi demokrasi.
“Kalau merujuk pada tren global tentang menguatnya otoritarianisme, penyerangan terhadap institusi penjaga demokrasi dan rule of law seperti MK memang bagian dari agenda otoritarian,” ujar Fajri saat dihubungi, Selasa (27/1).
Melumpuhkan Fungsi Judicial Review
Fajri menganalisis bahwa agenda tersebut memiliki tujuan sistematis untuk melumpuhkan kewenangan MK, terutama dalam menguji undang-undang yang dianggap menghambat kepentingan pemodal maupun penguasa. Hal ini berdampak langsung pada runtuhnya kepercayaan publik terhadap MK sebagai 'The Guardian of Constitution'.
“Tujuannya sederhana, yaitu melumpuhkan kewenangan judicial review terhadap produk legislasi yang pro kekuasaan dan pemodal, serta mendelegitimasi kepercayaan publik terhadap institusi yang dijadikan target untuk dirusak,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penetapan Adies Kadir untuk menggantikan Hakim Konstitusi Arief Hidayat adalah keputusan yang jauh dari kata netral. DPR dianggap sengaja mempertaruhkan independensi lembaga yudisial tersebut.
“Jadi DPR sebenarnya bukan sedang mempertaruhkan legitimasi MK, melainkan memang sudah memiliki agenda untuk mempolitisasi MK sebagai penjaga konstitusi dan demokrasi,” tegas Fajri.
Sorotan Rekam Jejak dan Integritas
Selain dimensi politik kelembagaan, rekam jejak personal Adies Kadir turut menjadi sorotan. Fajri mengingatkan kembali keterlibatan Adies dalam peristiwa yang memicu gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 lalu.
“Rekam jejak Adies Kadir sebagai pejabat publik memang sudah buruk, khususnya setelah menjadi salah satu aktor yang menyulut kemarahan publik pada demo Agustus 2025 lalu. Akibat tindakannya itu, Adies Kadir dijatuhi sanksi etik,” ungkap Fajri.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa standar untuk menjadi hakim konstitusi sangatlah tinggi, yakni harus memiliki sikap kenegarawanan yang mutlak. Kriteria ini dinilai tidak ditemukan pada sosok Adies.
“Secara personal seharusnya Adies Kadir tidak memenuhi syarat sebagai calon hakim konstitusi, karena perilakunya sama sekali tidak mencerminkan seorang negarawan,” pungkasnya. (Dev/P-2)
Kuasa hukum Prof Laksanto Utomo, mengatakan keterangan para pihak terkait diharapkan dapat membantu MK melihat lebih konkret bagaimana program MBG dijalankan dan manfaat bagi masyarakat
Revisi pasal terkait masa jabatan Kapolri sudah sangat mendesak demi memberikan kepastian hukum dan profesionalisme.
KETETUAN soal hukuman mati dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kembali dipersoalkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah menyatakan aturan baru tersebut menghindari eksekusi
Pasal perzinaan dan hidup bersama di luar nikah atau kumpul kebo di luar nikah dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan catatan terkait masa jabatan Kapolri yang tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Reformasi pemilu tidak boleh direduksi menjadi sekadar perdebatan teknis, seperti ambang batas parlemen atau sistem pemilihan.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina desak pemerintah gerak cepat cari 3 ABK WNI yang hilang di Selat Hormuz usai ledakan Musaffah 2 di tengah konflik Iran-Israel.
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Permenkomdigi 9/2026 merupakan langkah yang konkret Perlindungan anak di ruang digital.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
KOMISI III DPR RI ikut menaruh perhatian kasus yang menjerat pemilik rumah makan Bibi Kelinci Kemang Nabilah O'Brien. Nabilah menjadi tersangka akibat melaporkan pelanggan yang tak bayar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved