Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mengapresiasi keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat perjudian daring atau judi online (judol) yang mengoperasikan 21 situs dengan modus perusahaan fiktif. Langkah Polri mengungkap 17 perusahaan yang digunakan untuk menampung dana deposit dinilai sebagai bukti keseriusan dalam memberantas judi online hingga ke akarnya.
Martin menyebut pengungkapan ini merupakan capaian luar biasa karena Polri berhasil mendeteksi modus operandi yang tergolong baru dan rapi dalam menyamarkan transaksi keuangan.
"Keberhasilan mendeteksi 17 perusahaan fiktif yang digunakan sebagai penampung dana ini menunjukkan Polri semakin tajam dalam mengendus taktik pencucian uang sindikat judi online," ujar Martin melalui keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menilai tindakan tegas tersebut tidak hanya penegakan hukum rutin, melainkan upaya konkret untuk memutus urat nadi finansial para bandar besar. Menurutnya, menghancurkan infrastruktur keuangan adalah kunci utama meruntuhkan ekosistem judi online di Indonesia.
"Ini bukti Polri tidak main-main. Komitmennya jelas, tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menghancurkan pendukung finansialnya," kata Martin.
Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR menegaskan dukungan penuh terhadap instruksi Kapolri untuk terus mengejar aliran dana dan menyita aset para pelaku. Martin mendorong agar penegak hukum tidak ragu untuk menerapkan tindakan pemiskinan terhadap bandar judi.
"Kejar terus aliran dananya, sita asetnya, dan miskinkan bandarnya. Kami di Komisi III mendukung penuh Polri untuk terus 'gaspol'," katanya.
Martin berharap momentum ini terus dijaga guna menyelamatkan ekonomi masyarakat yang kian tergerus dampak perjudian digital. "Bravo untuk Polri. Jangan kendor, terus sikat habis sindikat ini demi masa depan bangsa," pungkasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap sindikat besar yang menggunakan belasan perusahaan fiktif untuk mengelola deposit dari 21 situs judi online berbeda. Modus perusahaan fiktif ini sengaja diciptakan untuk mengelabui sistem pengawasan perbankan dan menyamarkan asal-usul uang. (H-3)
Korps Bhayangkara kini tengah mendalami unsur dugaan pidana terkait isu 'saham gorengan' yang disinyalir menjadi biang kerok anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini.
SEJUMLAH aktivis lingkungan dan kreator konten resmi melaporkan serangkaian aksi teror dan intimidasi yang mereka alami ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu (14/1/2026).
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandangĀ
Irhamni mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, diketahui bahwa ada campur tangan manusia pada gelondongan kayu tersebut.
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved