Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Mengenal Tanda dan Mekanisme Otak di Balik Kecanduan Judi Online

Basuki Eka Purnama
17/3/2026 07:04
Mengenal Tanda dan Mekanisme Otak di Balik Kecanduan Judi Online
Ilustrasi--Warga melihat konten iklan judi online melalui gawainya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (3/2/2026).(ANTARA/Auliya Rahman)

KECANDUAN judi online bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan gangguan perilaku serius yang memiliki indikasi medis jelas. 

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Subspesialis Psikiatri Adiksi, Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K), memaparkan sejumlah tanda seseorang telah terjebak dalam jeratan adiksi perjudian berdasarkan standar International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) dari WHO.

Kehilangan Kontrol dan Pergeseran Prioritas

Menurut Kristiana, salah satu gejala utama kecanduan adalah hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi. Penderita tidak lagi mampu membatasi waktu dan modal yang dikeluarkan.

"Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain," ujar Kepala Departemen Psikiatri RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) tersebut.

Selain hilang kendali, judi akan menjadi prioritas utama yang menggeser aktivitas produktif lainnya. Dalam beberapa kasus, penderita rela menghentikan perjalanan atau menarik diri dari lingkungan sosial demi bertaruh secara daring.

"Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi," katanya. 

Ia menambahkan bahwa mereka yang kecanduan biasanya cenderung bermain sendiri dan jarang keluar rumah.

Jebakan Dopamin dan Ilusi Kemenangan

Secara biologis, kecanduan dipicu oleh lonjakan zat kimia di otak yang disebut dopamin. Kristiana menjelaskan bahwa desain visual dan audio pada permainan judi, seperti slot, dirancang khusus untuk memicu kesenangan berlebihan.

"Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin, ini membuat rasa senang yang berlebihan kalau dia dalam keadaan yang tinggi," jelasnya.

Meskipun aktivitas positif seperti olahraga atau makan enak juga menghasilkan dopamin, intensitas yang dihasilkan dari judi jauh lebih tinggi, menyerupai efek penyalahgunaan narkoba. 

Hal ini membentuk memori di otak bahwa berjudi adalah sumber kebahagiaan instan.

Bahaya Ilusi Kendali

Satu hal yang paling menyesatkan bagi pemain adalah munculnya "ilusi kendali". Kemenangan kecil sering kali dianggap sebagai sebuah keahlian, padahal judi sepenuhnya bergantung pada peluang.

"Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa 'aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang'," ungkap dr. Kristiana.

Kondisi inilah yang membuat seseorang terus meningkatkan intensitas taruhan meski sudah mengalami kerugian nyata. Durasi bermain yang semula hanya hitungan jam bisa meningkat drastis hingga belasan jam sehari. 

Meski berisiko tinggi, Kristiana menekankan bahwa tidak semua orang yang mencoba judi akan berakhir kecanduan, namun kewaspadaan terhadap tanda-tanda di atas sangatlah krusial. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik