Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Kepala PPATK, Yunus Husein menegaskan bahwa uang rampasan atau uang sitaan tindak pidana korupsi dan sitaan negara oleh Kejaksaan Agung lewat Satgas PKH tidak bisa langsung digunakan, termasuk untuk penanganan bencana, sebelum terlebih dahulu masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Uang Rp6,6 triliun itu harus masuk ke kas negara dulu, jadi PNBP. Setelah itu baru kembali ke sistem anggaran yang ada,” kata Yunus saat dihubungi Media Indonesia pada Kamis (25/12).
Yunus menjelaskan, mekanisme tersebut penting agar penggunaan dana tetap akuntabel dan sesuai dengan sistem keuangan negara. Setelah masuk ke kas negara, dana hasil pemulihan aset baru bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk program kemanusiaan.
“Kalau ada instansi pemerintah, atau presiden sekalipun, punya program untuk bantu pemulihan bencana di Sumatera, silakan ajukan. Nanti bisa diberikan sesuai mekanisme anggaran,” ujarnya.
Pakar Hukum Keuangan itu menekankan, penggunaan dana hasil rampasan tidak boleh dilakukan secara langsung atau spontan, meskipun tujuannya dinilai baik.
“Tidak bisa serta-merta uang rampasan itu langsung dipakai. Harus masuk dulu ke kas negara, baru dialokasikan,” katanya.
Selain untuk program negara, Yunus juga membuka kemungkinan bahwa uang hasil pemulihan aset dapat dialokasikan sebagai insentif kelembagaan bagi aparat penegak hukum yang berjasa dalam pengembalian aset negara.
“Bisa juga diberikan ke lembaga-lembaga yang berjasa, seperti Kejaksaan atau mungkin PPATK, kalau memang berjasa memulihkan aset dalam sebuah kasus,” ujar Yunus.
Menurutnya, skema semacam ini lazim diterapkan di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, dengan catatan insentif diberikan kepada institusi, bukan individu.
“Di Amerika itu boleh. Lembaga bisa minta bagian uangnya untuk jadi anggaran, semacam imbalan jasa. Tapi bukan ke orangnya, ke lembaganya. Dengan begitu mereka akan semakin semangat bekerja,” jelasnya.
Meski demikian, Yunus kembali menegaskan bahwa seluruh penggunaan uang hasil rampasan harus berada dalam koridor hukum dan tata kelola keuangan negara.
“Intinya, semua harus kembali ke sistem. Transparan, akuntabel, dan tidak dijadikan ajang pamer,” pungkasnya.
(H-3)
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Kejaksaan Agung membantah eksepsi Nadiem Makarim.
PPATK mencatat deposit pemain judi online sepanjang 2025 turun sekitar 30 persen dibanding 2024, meski terjadi pergeseran transaksi ke QRIS dan kripto.
PPATK mencatat deposit pemain judi online sepanjang 2025 turun sekitar 30 persen dibanding 2024, meski terjadi pergeseran transaksi ke QRIS dan kripto.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Hingga akhir 2025 terdapat kekosongan 10 formasi hakim, masing-masing empat di kamar pidana, satu di kamar perdata, tiga di kamar TUN pajak, serta dua Hakim Adhoc HAM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved