Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Survei : 68,2% Responden Setuju dengan Reformasi Polri

Rahmatul Fajri
24/11/2025 18:06
Survei : 68,2% Responden Setuju dengan Reformasi Polri
Kapolri Listyo Sigit.(Antara Foto)

CENTER for Indonesian Strategic Action (CISA) merilis survei tentang persepsi publik terhadap Polri sebagai simbol supremasi sipil. Lalu, sebanyak 68,2 persen responden setuju dengan reformasi polri.

Survei itu menggunakan empat indikator untuk mendapatkan persepsi publik. Pertama, indikator penegakan hukum dan keamanan siber. Kedua, persepsi publik terhadap kinerja Polri. Ketiga, dukungan dan harapan masyarakat terhadap institusi Polri dan keempat, reformasi Polri.

“Berdasarkan data survei, menggunakan empat indikator, gakum dan keamanan siber, kinerja Polri, dukungan dan harapan publik terhadap institusi Polri serta reformasi kepolisian secara umum semua hasilnya positif, masyarakat puas dan berharap agar Polri dapat menjadi simbol supremasi sipil,” kata Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa melalui keterangannya, Senin (24/11). 

Herry melanjutkan, secara kumulatif, sebesar 69,5% responden menilai kondisi penegakan hukum saat ini sudah baik. Sedangkan 17,9% menjawab masih buruk, dan sebesar 12,6% responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab. 

Begitu pula untuk keamanan ruang maya. Hasilnya, secara kumulatif sebesar 62,9% menilai kondisi keamanan siber saat ini sudah baik, 28,9% menjawab masih buruk, dan terakhir sebesar 8,2% responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Terkait indikator kinerja Polri, secara kumulatif sebesar 76,5% mengukur kinerja Polri baik, 14,3% menjawab masih buruk, dan terakhir sebesar 9,2% responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab. 

Terkait kinerja Polri, CISA juga menggali tentang pandangan publik dalam penanganan laporan masyarakat. Sebanyak 66,9% responden sudah puas, 19% menjawab masih belum puas, dan terakhir sebesar 14,1% responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Di indikator selanjutnya, Herry menjelaskan, sebesar 72% masyarakat setuju jika Polri merupakan institusi yang diharapkan dapat menjadi simbol supremasi sipil. Sedangkan sisanya, 8,5% responden menjawab tidak setuju dan sebesar 19,5% lainnya menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab. Ia melanjutkan, CISA kemudian mengajukan pertanyaan untuk mengukur harapan itu dengan dukungan publik. 

Pada indikator terakhir, mayoritas masyarakat setuju terhadap agenda reformasi Polri yang kini tengah bergulir. 

"Sebesar 68,2% masyarakat setuju dengan Reformasi Polri, 14,9% responden menjawab tidak setuju, dan terakhir sebesar 16,9% responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab,” kata Herry. 

Diketahui, survei CISA dilakukan pada 14 November-20 November 2025. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik