Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA, saat ini, tengah menghadapi pergeseran demografi yang signifikan dengan lonjakan jumlah penduduk lansia yang diproyeksikan mencapai 64,9 juta jiwa pada 2050.
Di tengah perubahan ini, survei terbaru Sun Life bertajuk “Retirement Reimagined: Asia’s Retirement Divide” mengungkap adanya kesenjangan tajam dalam kesiapan pensiun masyarakat Indonesia.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun. Namun, terdapat dua realitas yang sangat kontras di balik angka tersebut: bekerja karena pilihan atau bekerja karena tuntutan kebutuhan.
Bagi kelompok yang disebut sebagai "Gold Star Planners", tetap bekerja adalah sebuah aspirasi untuk menjaga stimulasi mental (36%) dan koneksi sosial (48%). Mereka merasa optimistis karena memiliki keamanan finansial yang mumpuni.
Sebaliknya, kelompok "Stalled Starters" terpaksa menunda pensiun akibat tekanan finansial.
Sebanyak 71% responden mengaku membutuhkan penghasilan tambahan untuk biaya hidup sehari-hari, sementara 43% lainnya harus menunda pensiun demi membiayai pendidikan atau kebutuhan anak.
Fenomena ini diperparah oleh status mereka sebagai sandwich generation yang harus menanggung beban finansial orangtua sekaligus anak secara bersamaan.
Salah satu temuan menarik adalah lonjakan penggunaan generative AI seperti ChatGPT dan Google Gemini sebagai sumber informasi keuangan, yang meningkat dari 13% menjadi 30%.
Di sisi lain, minat terhadap nasihat profesional dari bank maupun penasihat keuangan independen justru menurun.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo memperingatkan risiko perencanaan mandiri tanpa panduan ahli.
“AI bisa menjadi titik awal pencarian informasi dan sangat membantu, tetapi sering kali tidak memiliki konteks dan tingkat personalisasi saran yang dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan finansial jangka panjang. Saat teknologi mengubah cara orang merencanakan pensiun, pelibatan nasihat dari ahli keuangan tetap penting agar keputusan yang diambil dapat ditopang oleh informasi yang akurat, seimbang, dan selaras dengan tujuan masing-masing individu,” ungkap Albertus.
Rendahnya literasi finansial juga tercermin dari kebiasaan menunda perencanaan. Sebanyak 24% responden tidak memiliki rencana apa pun, dan 34% baru mulai menyusun rencana hanya dua tahun sebelum berhenti bekerja.
Selain faktor finansial, kesehatan fisik (58%) dan kesehatan mental (52%) menjadi faktor penentu optimisme masa tua.
Sebaliknya, kesehatan yang buruk menjadi alasan utama bagi 22% responden yang terpaksa pensiun lebih awal dari rencana semula.
“Kesehatan adalah bentuk kekayaan yang nyata di masa pensiun. Kesehatan memengaruhi kapan orang pensiun dan bagaimana kualitas hidup mereka di masa itu,” tutup Albertus. (Z-1)
Esensi dari perencanaan masa tua adalah memulai sedini mungkin dengan sumber daya yang ada.
Hakim Konstitusi Saldi Isra mempertanyakan dasar rasionalitas yang melatarbelakangi perbedaan usia pensiun antara perwira tinggi bintang satu hingga bintang empat.
Pasal tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan MK yang memberikan ruang bagi pembentuk undang-undang untuk melakukan penyesuaian terhadap batas usia pensiun prajurit TNI.
MAHASISWA Universitas Singaperbangsa Karawang, Tri Prasetio Putra Mumpuni mengajukan uji materiil Pasal 53 ayat (4) UU TNI ke Mahkamah Konstitusi tentang usia pensiun perwira.
Denmark menaikan usia pensiun menjadi 70 tahun pada 2040. Saat ini usia pensiun adalah 67 tahun.
Usia pensiun naik jadi 59 tahun, menurut Ahli Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta Achmad Nur Hidayat itu dapat meningkatkan daya tarik program jaminan pensiun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved