Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Reformasi Polri Jadi Kunci Penegakan Hukum yang Adil

Rahmatul Fajri
11/11/2025 18:27
Reformasi Polri Jadi Kunci Penegakan Hukum yang Adil
Ilustrasi(Antara)

Alumni Universitas Terbuka (UT) Surabaya sekaligus pengusaha nasional, Hadi Wardoyo, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah membentuk Komisi Reformasi Polri, yang dinilainya sebagai tonggak penting untuk memperkuat kepastian hukum dan keadilan di Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam seminar bertema Literasi Data: Tantangan dan Peluang Lulusan UT Surabaya di Era Digital yang digelar di Airlangga Convention Center, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Hadi, reformasi Polri menjadi kebutuhan mendesak agar hukum benar-benar berfungsi sebagai alat keadilan, bukan kekuasaan. “Hukum di Indonesia itu seperti pisau bermata dua. Kalau digunakan dengan benar, ia menegakkan keadilan. Namun, jika disalahgunakan, justru melukai keadilan itu sendiri,” ujarnya di hadapan para lulusan UT Surabaya semester ganjil 2025/2026.

Ia menilai pembentukan Komisi Reformasi Polri merupakan langkah awal untuk mewujudkan aspirasi masyarakat terhadap institusi kepolisian yang lebih profesional, transparan, dan berpihak pada kebenaran. “Komisi ini harus menjadi pengawal moral agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Hadi.

Dalam kesempatan itu, Hadi juga membagikan pengalamannya bertemu Ketua Komisi Reformasi Polri, Prof. Jimly Asshiddiqie, untuk membahas perjuangannya selama sembilan tahun dalam memperjuangkan keadilan hukum. Dari pertemuan tersebut, ia mendapat pesan agar tidak berhenti menegakkan kebenaran dan menjadikan Presiden Prabowo Subianto sebagai teladan dalam kejujuran dan keteguhan sikap.

“Prof. Jimly berpesan untuk meneladani kejujuran dan kegigihan Presiden Prabowo Subianto. Beliau adalah patriot yang jujur dan pantang menyerah, terus berjuang meski beberapa kali gagal,” ujar Hadi.

Ia juga mengutip pesan Presiden Prabowo bahwa penegakan hukum yang adil adalah inti dari rule of law. “Hukum boleh dibuat sebaik mungkin, tetapi jika penegakannya lemah, keadilan tidak akan pernah terwujud,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya reformasi Polri dan penegakan hukum yang bersih, Hadi juga mengingatkan bahwa kejujuran merupakan fondasi utama kesuksesan dalam hidup. Ia menyebut, kejujuran tidak hanya menjadi prinsip moral, tetapi juga landasan bagi perubahan sosial yang berkelanjutan.

Dalam sesi motivasi kepada lulusan UT Surabaya, Hadi membagikan enam kunci kesuksesan hidup: berpikir cerdas, berkomunikasi dengan baik, menjaga semangat hidup, berolahraga, beristirahat cukup, dan menjalin silaturahmi. “Namun di atas semua itu, kunci utamanya tetap kejujuran,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd., dan Ketua Ikatan Alumni UT Surabaya Dr. Endang Sriningsih, M.Si. Endang memuji Hadi sebagai alumni inspiratif yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan dunia hukum.

Hadi, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Cipta Anugerah Indotama dan pemegang paten Konstruksi Jaring Rusuk Beton (KJRB), aktif di berbagai organisasi dan forum strategis di bidang hukum dan inovasi. Sebagai simbol apresiasi, ia menyerahkan lukisan QR Art logo UT kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UT, Meyta, sebagai kenang-kenangan mewakili alumni UT Surabaya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik