Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan hasil kajian ulang terkait masuknya empat pulau ke wilayah Sumatera Utara yang semula tercatat sebagai wilayah Provinsi Aceh, akan diumumkan kepada publik secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden sangat memberikan atensi dan akan mengambil keputusan dalam jangka waktu yang tidak lama. Ya, seperti yang disampaikan oleh Pak Dasco, saya kira seperti yang disampaikan persoalan ini adalah atensi kita semua,” katanya kepada awak media di Gedung Kemendagri pada Senin (16/6).
Bima menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menyampaikan isi substansi hasil kajian terbaru yang telah selesai dilakukan bersama jajaran lintas instansi dan para pakar sejarah terkait kepemilikan empat pulau tersebut. Namun, dari hasil kajian, ditemukan novum atau bukti baru terkait polemik pulau tersebut.
“Hari ini belum bisa kami sampaikan, sore ini laporan akan langsung kami sampaikan kepada Bapak Menteri untuk beliau sampaikan kepada Bapak Presiden,” jelasnya.
Bima menyampaikan bahwa novum baru yang ditemukan tersebut sangat penting untuk menentukan nasih kepemilikannya.
“Tetapi data-data ini sangat penting sekali untuk mengambil keputusan. Data-data ini insya Allah akan sangat bermanfaat untuk menghasilkan keputusan yang terbaik bagi semua,” ungkapnya.
Selain itu, Bima menegaskan bahwa tidak ada keputusan lama yang tidak bisa diubah atau diperbaiki untuk menyelesaikan kasus sengketa ini. Ia juga mengekalim telah mendengar berbagai aspirasi dan masukan dari berbagai pihak.
“Bukti baru itu penting untuk menjadi landasan sangat kuat yang bisa menentukan keputusan kepemilikan pulau. Apapun itu prosesnya tetapi kami tentu mendengar, menimbang, mempelajari semua masukan, semua data dan perspektif yang disampaikan untuk kemudian menjadi keputusan akhir,” tukasnya.
Untuk itu, Bima meminta masyarakat agar menunggu hasil putusan yang akan dibacakan langsung oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
“Mari kita tunggu saja ke arah mana tentu nanti akan melalui kajian, pembicaraan dari Pak Menteri Dalam Negeri yang dilaporkan kepada Bapak Presiden,” ujar Bima (P-4)
Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian belajar dari kasus sengketa empat pulau Aceh.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menyelesaikan sengketa empat pulau antara Aceh dan Sumatera Utara (Sumut)
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengaku kasihan dengan Presiden Prabowo Subianto yang kerap turun tangan selesaikan polemik para menterinya
Seskab mengungkap detik-detik Presiden Prabowo Subianto memutuskan empat pulau yang sebelumnya masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Utara, kembali menjadi bagian dari Provinsi Aceh.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan polemik empat pulau Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) bermula pada masa kepemimpinan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Jusuf Kalla (JK) menilai polemik status empat pulau di Aceh menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan Aceh
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Pemilu tidak semata-mata soal menang atau kalahnya partai politik, melainkan juga menentukan sistem kehidupan berbangsa, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved