Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menjelaskan bahwa dalam internal PDIP, ucapan Megawati Soekarnoputri yang mengusulkan pertukaran posisi Ketua Umum dengan Puan Maharani saat pembukaan Rakernas V dianggap hanya sebagai candaan.
"Ucapan semacam itu dianggap sebagai candaan, bagi kami dalam internal, itu bukanlah sinyal. Ibu Ketua Umum (Megawati) suka bercanda," ujar Said di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu.
Menurut Said, ucapan Megawati hanyalah lelucon yang tidak harus diartikan secara harfiah bahwa Puan Maharani akan menggantikannya dari posisi tertinggi di PDIP. Dia menekankan bahwa pergantian Ketua Umum selalu dilakukan dalam kongres partai.
Baca juga : Rakernas PDIP 2024, Tim Pemenangan Pilkada ada Dibuat Secara Nasional
"Ibu Ketua Umum dalam pembukaan kemarin, 'Mbak Puan jadi ketua umum, gantian Ibu Ketua Umum yang ke luar negeri', itu hanyalah lelucon dari Ibu Ketua Umum. Kita tidak bisa langsung menafsirkan bahwa Puan akan menggantikannya. Itu bukan sikap Ketua Umum, karena biasanya semua keputusan strategis yang menyangkut internal partai akan ditentukan dalam kongres partai," ucapnya.
Said menyatakan bahwa kongres partai akan diadakan pada April 2025. Dia menjelaskan bahwa proses kongres dimulai dari tingkat ranting, cabang, hingga nasional.
Ketika ditanya tentang kemungkinan nama lain menggantikan Megawati dari posisi Ketua Umum, Said mengatakan bahwa sulit untuk mencari figur pengganti Presiden Kelima RI itu.
Baca juga : Rakernas PDIP 2024, Ganjar Sebut Di Luar Pemerintahan Tidak Terus Mengganggu
"Akan sulit bagi PDIP untuk menemukan penggantinya dalam waktu dekat. Karena saat kita bicara tentang PDIP, kita bicara tentang Megawati Soekarnoputri. Itu adalah fakta. Tidak bisa dihindari," ujarnya.
Meskipun demikian, Said tidak menutup kemungkinan akan adanya regenerasi kepemimpinan di PDIP.
"Ibu akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, percayalah. Ibu Mega adalah orang yang bijaksana. Ia bukanlah orang yang haus akan kekuasaan. Setiap kongres, ia seolah-olah merasa dipaksa. Diminta untuk menjadi Ketua Umum, itulah masalahnya," katanya.
Baca juga : Wacana Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati, Ini Kata Puan Maharani
Dia mengajak publik untuk menunggu proses kongres tersebut.
"Kita tunggu saja prosesnya. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, PDIP adalah Megawati Soekarnoputri," kata Said.
Sebelumnya, saat berpidato politik dalam pembukaan Rakernas V PDIP pada Jumat, Megawati menggoda Puan untuk saling bertukar posisi.
"Saya, jika beliau pamit, kemarin saya ikut di Bali, lalu ke Mexico. Lalu saya katakan, 'Mari bertukar. Saya akan menjadi Ketua DPR, dan kamu yang menjadi Ketua Umum.' He-he-he," katanya sambil tertawa.
"Bagus sekali, saya yang disuruh duduk di sini. Terus, keadaan di sana berantakan. He-he-he," lanjut Megawati. (Z-10)
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Proyek Monorel Jakarta merupakan salah satu proyek transportasi publik paling kontroversial dalam sejarah pembangunan Ibu Kota.
KETUA Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
KETUA Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto dirasa sangat disayangkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved