Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Politikus PDIP dan mantan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa menurut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam konteks presidensialisme tidak ada istilah koalisi atau oposisi.
Dia menyatakan bahwa sikap politik terhadap pemerintahan mendatang akan ditentukan setelah hasil Rakernas ke-V PDIP diumumkan.
"Menurut Bu Mega, tidak ada terminologi koalisi atau oposisi dalam konteks presidensialisme, tetapi kita akan menunggu hasil Rakernas untuk keputusan akhirnya," ujar Ganjar ketika berada dalam acara Rakernas V PDIP di Beach City Ancol, Jakarta, Sabtu (25/5).
Baca juga : Publik Ingin Ada Penyeimbang Pemerintahan
Meskipun demikian, Ganjar menegaskan bahwa komunikasi tetap penting antara semua pihak dalam partai, karena yang membedakan hanyalah posisi dalam atau di luar pemerintahan.
Dia juga mengungkapkan bahwa jika berada di luar pemerintahan, tidak perlu terus-menerus mengganggu. Namun, memberikan kritik konstruktif yang dapat membantu mengarahkan jalannya pemerintahan mendatang adalah hal yang baik.
"Tidak perlu selalu mengganggu jika berada di luar pemerintahan, sebaliknya, memberikan kritik yang baik bisa memberikan petunjuk yang berguna untuk arah pemerintahan," ujar Ganjar. (Z-10)
PDI Perjuangan mengungkapkan strategi mencegah kader tidak menyimpang dari ideologi partai hingga melanggar konstitusi. Hal itu merespons adanya kader PDIP
KETUA Organizing Committee Rakernas V PDIP, Masinton Pasaribu, merespons sikap PDIP yang terlihat masih galau menentukan posisi di luar apa di dalam pemerintahan
Ucapan Megawati Soekarnoputri yang mengusulkan pertukaran posisi Ketua Umum dengan Puan Maharani dianggap sebagai candaan.
Untuk menghadapi Pilkada 2024, PDIP telah membentuk tim pemenangan Pilkada secara nasional atas arahan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Hasto Kristiyanto membeberkan suasana pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka yang berlangsung sangat cair.
PERTEMUAN antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hari ini (20/3) dinilai membantah spekulasi keretakan hubungan keduanya yang sempat beredar di publik.
Pertemuan yang membahas persatuan dan semangat kebangsaan itu bertujuan untuk mempererat silaturahim menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka (19/3). Pertemuan hangat ini bahas isu strategis & silaturahmi tokoh bangsa.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Tasyakuran atas penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati serta pelaksanaan ibadah umrah bersama kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved