Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Hasto Ungkap Suasana Pertemuan Megawati dan Presiden Prabowo: Cair bak Sahabat

Irvan Sihombing
21/3/2026 18:31
Hasto Ungkap Suasana Pertemuan Megawati dan Presiden Prabowo: Cair bak Sahabat
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).(Antara)

SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membeberkan suasana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, beberapa waktu lalu  berlangsung sangat cair. 

Meski dalam agenda formal kenegaraan, Megawati menganggap momen tersebut sebagai ajang silaturahmi "teman lama" yang diisi dengan diskusi mendalam mengenai berbagai persoalan strategis bangsa.

“Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara,” kata Hasto dalam konferensi pers di Gedung B DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Sabtu. 

Kedua tokoh bangsa memanfaatkan pertemuan yang cukup lama untuk berdiskusi mendalam, tidak hanya bernostalgia tetapi juga membahas isu strategis nasional.

Hasto menekankan, bagi PDIP, pertemuan ini menjadi manifestasi jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah. Ia menambahkan bahwa tradisi halalbihalal, yang kini menjadi budaya nasional, merupakan warisan ideologis dari Presiden pertama RI Soekarno. 

Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional melalui momen Idul Fitri.

"Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan," lanjutnya.

Menurutnya, tradisi ini adalah kekuatan asli kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga oleh para elite politik. "Dan itu kan dirintis oleh Bung Karno melalui halalbihalal, yang merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang sangat khas Indonesia dan betul-betul berkebudayaan Indonesia," tuturnya.

Momen Halalbihalal

Sementara itu, dalam acara Open House kali ini, Megawati juga menerima kunjungan sejumlah duta besar negara sahabat pada momen halalbihalal di Gedung B DPP PDIP. Hasto menjelaskan para dubes hadir dari Inggris, Iran, Palestina, serta Wakil Duta Besar Rusia.

“Para duta besar berbicara akrab dengan Ibu Megawati, membahas berbagai persoalan geopolitik hingga isu global warming,” ujarnya. Diskusi tersebut akan ditindaklanjuti ke forum yang lebih akademis dengan melibatkan Megawati Institute.

Halalbihalal yang digelar di Gedung B DPP PDIP ini berlangsung meriah, dengan hadirnya jajaran fungsionaris partai seperti Johanes Oberlin Tobing dan Guntur Romli. Gedung B dipilih karena luas dan bernuansa kebudayaan Nusantara, lengkap dengan hiburan musik tradisional seperti gamelan, sehingga momen silaturahmi menjadi lebih hangat dan berkesan.

"Sekaligus Ibu Mega hadir di Badan Kebudayaan. Tadi juga ditampilkan gamelan dan beberapa alat musik, ruangannya memang lebih luas dan lebih praktis untuk momentum halalbihalal ini," ujarnya. 

Hasto menekankan bahwa esensi Idul Fitri adalah persaudaraan universal dan semangat saling memaafkan, nilai yang terus dijaga oleh Megawati dan jajaran PDIP dalam tradisi halalbihalal. (Ant/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik