Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan pemerintah untuk terus berpihak pada politik tata ruang dengan tidak mengalihfungsikan lahan-lahan subur. Hal tersebut disampaian Megawati saat membuka Rakernas PDIP, Jumat (29/9) di Jakarta.
"Bapak Presiden, kami telah membuat peta Indonesia untuk tanah yang subur, di tempat ini saya ingin meminta sedikit supaya di dalam peraturannya tanah-tanah subur agar tidak dikonversi Bapak presiden," ucapanya.
Dia mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa RI merupakan negara kelautan terbesar di dunia. Sehingga koridor pembangunan nasional ke depan harus dimulai dari laut dengan mengedepankan cara pandang geopolitik Bung Karno. Koridor strategis ini ditopang oleh perguruan tinggi di setiap wilayah dengan memanfaatkan geostrategis dan geokonometer integrasi dengan jalur perdagangan dunia.
Baca juga : Megawati Soroti Kedaulatan Pangan
"Dalam perspektif ini alur laut kepulauan Indonesia yang disingkat ALKI harus menjadi jalur pembangunan koridor strategis dari laut sehingga tidak lagi mengorbankan hutan dan lahan-lahan pertanian di daratan," tegasnya.
Baca juga : Hadiri Rakernas PDIP, Jokowi: Masalah Pangan Perlu Visi Taktis
Sementara itu presiden Jokowi yang hadir dalam acara tersebut sangat menyetujui pendapat yang disampaikan presiden kelima tersebut. Pangan menjadi kunci seperti yang disampaikan oleh Bung Karno yakni pangan merupakan mati hidupnya suatu bangsa.
"Itu betul sekali. Beliau sudah melihat kejadian yang sekarang ini kita alami,” ujarnya.
Menurutnya kita harus memiliki visi taktis, perencanaan rinci yang dalam waktu secepatnya harus sudah disiapkan. Pekerjaan ini harus menjadi salah satu kerja prioritas bagi pemimpin yang terpilih nantinya.
"Sepuluh tahun ke depan memang visi taktis itu harus kita miliki, bukan visi misi yang terlalu bagus di awang-awang, tapi visi taktis, rencana kerja detil harus kita miliki," ungkapnya.
Dalam menyiapkan itu semua makan harus jelas berapa waktu yang disiapkan, jumlah embung yang harus disiapkan serta jumlah dan panjang irigasi. Jokowi mengemukakan jumlah waduk yang dimiliki masih jauh dari jumlah ideal yakni lebih dari 300 waduk. Jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Korea dan Tiongkok.
"Kita mungkin sampai tahun depan baru akan tambah kira-kira 61 waduk, total waduk kita kurang lebih nanti plus 230 (waduk) berarti kurang lebih 300an waduk. Masih sangat kecil sekali kalau dibandingkan dengan Korea, dengan cina, belum ada 10% kita. Artinya masih perlu kerja keras untuk menyelesaikan infrastruktur yang berkaitan dengan pangan yang kita miliki," tukasnya. (Z-8)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dinamika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum memasuki fase baru menyusul mencuatnya perdebatan mengenai syarat pembentukan fraksi di DPR.
Partai politik yang melenggang ke Senayan harus memiliki keterwakilan yang utuh di setiap pos kerja DPR.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Jokowi diminta jangan sekadar mencari muka menyetujui pengembalian Undang-Undang No.19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau UU KPK Lama.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi diisukan menjadi Watimpres. Jokowi merespons akan tetap di kediamannya di Solo
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved