Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Jokowi Bungkam seusai Rismon Meminta Maaf

Widjajadi
12/3/2026 20:54
Jokowi Bungkam seusai Rismon Meminta Maaf
Rismon Hasilohan Sianipar didampingi pengacaranya, Jahmada Girsang memberikan keterangan sesuai bertemu Jokowi di kediamannya, Solo.((MI/Widjajadi))

AHLI digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, bersama pengacaranya Jahmada Girsang, mendatangi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3) sore. Kedatangan tersebut bertujuan untuk meminta maaf atas kekeliruannya dalam melakukan kajian ilmiah mengenai keaslian ijazah UGM milik Jokowi yang sebelumnya diunggah oleh Dian Sandi pada April 2025.

Namun, usai pertemuan yang berlangsung kurang dari setengah jam itu, Jokowi yang keluar dari rumahnya tidak memberikan pernyataan apa pun kepada media. Ia hanya menyapa sejenak puluhan wartawan yang telah menunggu sebelum kemudian langsung memasuki mobilnya.

Sementara itu, advokat Jahmada Girsang yang mendampingi Rismon Sianipar menyatakan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan. Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk menyelesaikan perkara pengaduan di Polda Metro Jaya yang diajukan pada 30 April 2025.

“Nah, apa syarat-syaratnya? Oleh sebab itu saya hadir untuk menjelaskan, terutama mengenai mekanisme restorative justice (RJ). Harus ada saling memaafkan,” kata Jahmada. Ia menambahkan bahwa Jokowi menghormati proses perdamaian sekaligus proses hukum yang berjalan.

Jahmada menegaskan bahwa sebagai kuasa hukum, pihaknya telah menyiapkan konsep penyelesaian yang akan ditindaklanjuti secara administratif. Dalam kesempatan tersebut, Rismon juga menyampaikan terima kasih atas tanggapan yang diberikan oleh ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.

Rismon, yang menjadi tersangka dalam kasus tudingan ijazah Jokowi, mengatakan setelah pertemuan di kediaman Sumber bahwa dirinya merasa perlu meminta maaf kepada Jokowi atas polemik yang timbul terkait kajian ijazah yang ditulis dalam buku Jokowi’s White Paper bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Dua hari sebelum berkunjung ke kediaman tersebut, ia secara mengejutkan mengakui bahwa ijazah S1 Kehutanan UGM milik Jokowi adalah asli.
“Jadi saya perlu meminta maaf kepada Pak Jokowi dan keluarga,” ujarnya.

Melukai Keluarga

Rismon mengakui bahwa penelitian atau kajian mengenai ijazah tersebut telah melukai Jokowi dan keluarganya. Namun setelah melakukan penelitian ulang selama kurang lebih dua bulan terakhir terhadap dokumen yang menjadi perdebatan publik itu, ia kini yakin bahwa ijazah Jokowi yang ditunjukkan Dian Sandi adalah asli.

Ia menyadari bahwa temuan sebelumnya yang dimuat dalam buku Jokowi’s White Paper mengandung kekeliruan. Buku tersebut disusun bersama pakar telematika Roy Suryo serta pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa. Menurutnya, kesalahan tersebut berasal dari hasil analisis yang ia lakukan.

Sebagai peneliti independen, Rismon menyatakan bahwa koreksi harus dilakukan apabila terdapat data baru yang lebih lengkap, termasuk terkait faktor rotasi, translasi, maupun resolusi pada data yang diuji.

Ia menegaskan bahwa seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas ilmiah dalam menyampaikan kesimpulan penelitian. Dengan demikian, setiap temuan dalam kerja ilmiah harus didasarkan pada data yang objektif.

Kekeliruan analisis yang sebelumnya ia lakukan berkaitan dengan elemen watermark dan emboss yang terdapat pada dokumen ijazah tersebut. Menurutnya, terdapat variabel pada ijazah Jokowi yang sebelumnya tidak teridentifikasi secara tepat dalam analisis terkait watermark dan emboss yang memang ada pada fisik dokumen.

Dalam penelitian ulang, ia mengaku menggunakan metode yang serupa dengan penelitian sebelumnya, namun menambahkan sejumlah variabel teknis seperti rotasi, translasi, serta pencahayaan pada objek analisis.

Berdasarkan hasil kajian terbaru tersebut, ia menyimpulkan bahwa keaslian dokumen ijazah Jokowi tidak lagi diragukan dari sudut pandang digital forensik. Temuan ini sekaligus menyanggah kajiannya sendiri dalam buku Jokowi’s White Paper, meskipun menggunakan puluhan metodologi yang sama.

Rismon juga berencana menulis ulang isi buku Jokowi’s White Paper secara independen. Ia menyadari bahwa langkah tersebut dapat menimbulkan berbagai tanggapan maupun cercaan di tengah polemik yang masih berkembang, dan ia menyatakan siap menerimanya. (WJ/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya