Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Gibran Sambut Permintaan Maaf Rismon di Bulan Ramadan

Arbida Nila
12/3/2026 22:25
Gibran Sambut Permintaan Maaf Rismon di Bulan Ramadan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan).(MI)

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara menanggapi permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Rismon adalah tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo. 

Bagi Gibran, momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan. Melalui keterangan tertulis yang dirilis Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden pada Kamis (12/3/2026), Gibran menyatakan menghargai langkah Rismon yang bersedia menarik kembali tudingan-tudingannya serta melakukan klarifikasi terbuka kepada publik. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran.

Sebelumnya, Rismon telah mempublikasikan video permintaan maafnya lewat kanal YouTube Balige Academy. Dalam video itu, ia mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian lanjutannya, ia menemukan fakta baru yang membuatnya mencabut tuduhan ijazah palsu terhadap Jokowi maupun Gibran.

Rismon juga menyatakan akan menarik dua buku yang sempat ia tulis yakni Jokowi Paper dan Gibran End Game. Serta berencana menyusun sanggahan atas isi kedua buku tersebut. 

Ia mengaku merasa telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan dalam pusaran polemik ini, dan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki motif politik sejak awal.

Rismon turut mengapresiasi kinerja Polri yang dinilainya profesional dalam menangani perkara ini, dan menyatakan kesiapannya membantu upaya edukasi masyarakat ke depan jika dibutuhkan.

Ia juga telah mengajukan permohonan restorative justice dan bertemu langsung dengan Jokowi di kediamannya di Solo. Di penghujung pernyataannya, Rismon mengimbau pihak-pihak lain yang masih terlibat dalam polemik serupa untuk mengikuti langkah yang sama, yaitu membuka diri dan menempuh jalur penyelesaian damai. (MGN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya