Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar mengaku akan menuntut penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya Rp126 triliun. Tuntutan ini dilayangkan bila penyidik tidak bisa membuktikan ia dan rekan-rekannya telah mengedit dan merekayasa ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Rismon, Roy Suryo, dan Dokter Tifauziah Tyassuma alias dr. Tifa ditetapkan tersangka dengan jeratan Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27a Junto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 Junto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang ITE.
Beleid itu menyatakan setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengubah, menambah, mengurangi, mentransmisikan, merusak, menghilangkan, memindahkan, atau menyembunyikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik, akan dikenai sanksi pidana penjara maksimal 8 tahun atau denda maksimal Rp2 miliar.
Pernyataan tuntutan ini disampaikan Rismon saat menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Dalam pemeriksaan ini, Rismon menyebut yang harus menyiapkan diri adalah penyidik bukan dirinya.
"Masalah siap atau enggak harusnya penyidik yang harus lebih siap untuk menuduh kami mengedit atau merekayasa mana yang kami rekayasa, kalau itu tidak terbukti nanti saya berencana untuk menuntut kepolisian sebesar 126 triliun rupiah, satu tahun anggaran kepolisian," kata Rismon di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, hari ini.
Maka itu, Rismon mengatakan jangan sampai tuduhan yang dilakukan adalah tuduhan tanpa basis ilmiah. Sebab, dirinya dan rekannya melakukan penelitian berbasis ilmiah, yaitu digital image processing.
"Jangan sampai ilmu tersebut jadi ilmu terlarang, memproses citra digital atau video digital bukan berarti merekayasa atau mengedit, itu berbasis algoritma," ujar Rismon.
Roy, Rismon, dan dr. Tifa tiba di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.15 WIB. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.
Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan delapan tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan delapan orang tersangka ini dibagi ke dalam dua klaster.
Klaster pertama adalah Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Muhammad Rizal Fadillah, Rustam Effendi, Damai Hari Lubis. Sedangkan, klaster kedua ialah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa.
Tersangka klaster pertama dikenakan Pasal 310, Pasal 311, Pasal 160 KUHP, Pasal 27a Juncto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang ITE.
Sementara untuk klaster kedua dikenakan Pasal 310, Pasal 311 KUHP, Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27a Junto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 Junto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang ITE. (Yon/P-1)
Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, merespons langkah penyidik Polda Metro Jaya yang kembali memeriksa Jokowi
Polisi kembali memeriksa Presiden ke-7 Joko Widodo untuk melengkapi berkas perkara Roy Suryo Cs setelah petunjuk P-19 dari Kejati DKI Jakarta. Pemeriksaan berlangsung di Solo selama dua jam.
Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno memberikan keterangan sebagai ahli meringankan tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo Cs.
Ada beberapa petunjuk dari jaksa dalam pengembalian berkas perkara tersangka kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo cs
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
Pelaku peledakan di SMAN 72 bertindak secara mandiri tanpa keterkaitan dengan jaringan terorisme.
Polisi tetapkan siswa pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta sebagai ABH. Densus 88 temukan tujuh peledak, empat di antaranya meledak
KAPOLDA Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri melakukan tinjauan langsung ke lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat, (7/11) menjelang waktu salat Jumat.
Kapolda telah menemui keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia usai ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob. Keluarga koban menuntut keadilan
Irjen Asep Edi Suheri dikenal sebagai perwira berprestas, termasuk keberaniannya membongkar praktik pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Berikut profil Irjen Asep Edi Suheri,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved