Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHKAMAH Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan menggelar MKD Awards sebagai ajang pemberian apresiasi penghargaan kepada sejumlah anggota DPR RI berkinerja baik pada Rabu (27/9).
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Imron Amin mengatakan acara tersebut digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada anggota DPR RI yang menjadi pejuang kode etik serta menjalankan tugasnya dengan baik sebagaimana muruah fungsi DPR RI didirikan.
"Tujuan memberi apresiasi kepada anggota DPR RI agar kami akan menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya kami menjalankan kode etik dan menjalankan fungsi dan tugas kontroling sebagaimana mestinya. Kami memberi apresiasi kepada para pejuang kode etik itu sendiri," ujarnya.
Baca juga: Jelang Pileg 2024, MKD Minta Kepolisian dan Kejaksaan Berhati-hati Memproses Aduan Palsu
Penghargaan tersebut, kata dia, akan diberikan kepada satu orang anggota DPR RI dari tiap-tiap fraksi yang ada di parlemen.
"Kami akan ngambil satu orang per fraksi karena memang kami menilai baik dari absensi, dan terutama bagaimana anggota itu menjalankan fungsinya sebagai legislatif," ucapnya.
Dia menyebut pihaknya akan memberikan penghargaan tersebut berdasarkan kinerja anggota DPR RI dari sisi kehadiran, keaktifan, hingga bagaimana legislator tersebut menjaga kode etik anggota dewan.
Baca juga: MKD DPR Minta Aparat Hati-Hati Proses Laporan Palsu Bacaleg
"Tolak ukur adalah yaitu kerajinan, yang dimaksud rajin itu absensi kami lihat juga sebagaimana dia menjalankan fungsinya baik di komisi dan terutama menjaga kode etik itu sendiri. Kalau memang kami menilai secara keaktifan dan bagaimana dia menjalankan tugas, tapi kalau ada aduan di kami (MKD) itu enggak jadi," katanya.
Baca juga: Anggota MKD DPR Tekankan Hak Imunitas Wakil Rakyat
Imron menambahkan bahwa pihaknya turut mengundang perwakilan anggota DPRD dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD pada acara MKD Awards.
"Kami juga mengundang DPRD-DPRD seluruh Indonesia, semoga itu juga bisa hadir, karena apa? Karena kami mengadakan ini juga memberikan edukasi kepada anggota DPR RI, DPRD dan sampai kabupaten/kota, itu tujuannya. Karena apa? Agar bisa menjaga dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Ada kami (juga) mengundang Insyallah Pak Mahfud MD dan yang lainnya semoga beliau bisa hadir," kata dia. (RO/S-4)
Kebijakan penghapusan tunggakan iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang nonaktif dan terbukti tidak mampu berpotensi rumit bahkan membebani rakyat miskin.
Polemik penunjukan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) kian menegaskan pentingnya batas kewenangan antarlembaga negara.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menilai desain kelembagaan BPKH sudah tepat, namun perlu penguatan koordinasi teknis dan harmonisasi regulasi dalam RUU Pengelolaan Keuangan Haji.
Komisi II DPR menargetkan RUU Pilkada rampung 2026 demi kepastian hukum sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai pada 2027.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Keberhasilan Novotel Suites Yogyakarta Malioboro meraih penghargaan ASEAN Green Hotel Standard menjadi pencapaian baru sekaligus bentuk validasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan.
Memasuki 2009, ia memperluas fokus bisnis pada aksesoris gadget seperti powerbank serta menjalin kerja sama dengan berbagai brand teknologi untuk memperkuat jaringan distribusi.
Nilai sebuah perusahaan saat ini tidak lagi ditentukan terutama oleh aset fisik, melainkan oleh kekuatan aset tak berwujud, khususnya merek.
PHE ONWJ dianugerahi penghargaan dalam kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati melalui program OTAK JAWARA.
Sebanyak 32 kategori penghargaan telah disiapkan untuk memberikan apresiasi tertinggi kepada para nomine yang telah mewarnai dunia hiburan sepanjang tahun lalu.
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved