Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Film The Soul of Uluwatu Sabet Penghargaan Gold di Japan World’s Tourism Film Festival 2026

Basuki Eka Purnama
30/3/2026 14:58
Film The Soul of Uluwatu Sabet Penghargaan Gold di Japan World’s Tourism Film Festival 2026
Executive Producer The Soul of Uluwatu Ryanda Dwi Octhora (Kanan) dan sutradara Aditya Ryandana.(MI/HO)

INDUSTRI kreatif Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Rumah produksi asal Bali, Film Roxx, berhasil menyabet penghargaan Gold melalui karya berjudul The Soul of Uluwatu di ajang Japan World’s Tourism Film Festival (JWTFF) 2026 yang berlangsung di Koka, Shiga, Jepang, pada 18–20 Maret 2026.

Film ini merupakan hasil kolaborasi dengan Six Senses Uluwatu dalam rangka menyambut musim perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Alih-alih sekadar menjadi materi kampanye, The Soul of Uluwatu dirancang sebagai sebuah perjalanan emosional yang menggambarkan pencarian makna diri di tengah dinamika kehidupan modern.

Sutradara Aditya Ryandana menjelaskan bahwa konsep film ini berangkat dari observasi mendalam terhadap kondisi manusia yang kerap kehilangan arah. 

Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.

Proses kreatif dimulai dengan riset lapangan oleh Aditya bersama produser Ryanda Dwi Octhora. Mereka mengunjungi titik-titik budaya di Uluwatu dan berdialog dengan pelaku seni lokal untuk memastikan narasi yang dihasilkan mampu merepresentasikan esensi lokasi tersebut secara autentik.

Produksi film dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 di Bali dengan tantangan yang cukup besar. Seluruh proses pengambilan gambar harus diselesaikan dalam waktu sembilan jam akibat keterbatasan operasional dan kondisi cuaca, yang menuntut presisi serta koordinasi tinggi dari seluruh tim.

Keberhasilan meraih penghargaan Gold ini menjadi tonggak sejarah bagi Film Roxx yang telah berkarya selama tujuh tahun. Selain kemenangan tersebut, dua karya Film Roxx lainnya juga berhasil masuk dalam Official Selection pada festival yang sama.

“Perjalanan saya dari Bali ke Jepang cukup panjang, namun kehangatan masyarakat Koka dan pengalaman yang kami rasakan membuat semuanya sepadan. Penghargaan ini bukan hanya milik kami, tetapi juga milik Bali dan Indonesia,” ujar Aditya Ryandana.

Kekuatan utama film ini terletak pada aspek storytelling yang emosional, di mana audiens diajak terhubung secara personal dengan destinasi yang ditampilkan. 

Melalui pendekatan transformasi diri, film ini menggambarkan pergantian tahun sebagai momentum untuk menjadi versi diri yang lebih utuh, selaras dengan nilai *wellbeing* yang diusung oleh Six Senses Uluwatu.

Executive Producer The Soul of Uluwatu, Ryanda Dwi Octhora, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif. 

“Penghargaan ini adalah milik seluruh tim Film Roxx dan semua pihak yang telah mempercayai kami. Ke depannya, kami ingin terus menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak nyata dan menyentuh banyak orang,” kata Ryanda.

Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Film Roxx untuk terus memperluas eksistensinya di panggung global dan membawa cerita-cerita dari Indonesia ke mata dunia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya