Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa menuding ada pihak-pihak yang berperan sebagai sutradara untuk menjatuhkan dirinya lewat kasus peredaran narkoba. Poin-poin itu ia sampaikan dalam pembacaan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (13/4).
“Ini adalah konspirasi dan rekayasa karena banyak kejanggalan yang dilakukan sejak proses penyidikan,” ujar Teddy.
Teddy menyebut dugaan kasus narkoba yang melibatkan dirinya hanyalah konspirasi yang bertujuan membunuh karakter bahkan membinasakan dirinya.
Baca juga : Kompolnas Anggap Tindakan Teddy Minahasa Berbahaya
Teddy mengungkapkan tentang kurangnya barang bukti selama proses penyidikan.
Hal itu, ujarnya, terlihat saat dirinya ditangkap tidak ada barang bukti pada dirinya dan penetapan Teddy sebagai tersangka hanya berdasarkan keterangan tersangka lain yakni Dody Prawiranegara dan Linda Pudjiastuti.
“Ini adalah manipulasi barang bukti,” tambahnya.
Baca juga : Polri Tunggu Pengajuan Banding Irjen Teddy Minahasa
Teddy juga menyebut tuntutan mati yang ia dapatkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak adil. Hal itu mengingat bukti yang tidak lengkap dan cacat hukum acara selama proses penyidikan dan persidangan serta prestasi Teddy selama masih menjadi anggota polri.
“Saya merasa hidup saya hancur. Ini semua karena konspirasi terhadap diri saya, martabat saya sudah tercabik-cabik,” seru Teddy.
Dalam pleidoinya Teddy juga menyebut kasus ini merupakan kasus pesanan. Dimana ada sutradara atau pihak yang mengatur skenario untuk menjatuhkan dirinya. (Z-1)
ANGGOTA Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menekankan bahwa reformasi Polri dan Kejaksaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada aspek regulasi semata.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia.
Menegaskan kembali posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah komando Presiden adalah keputusan yang tepat.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kritik publik terhadap Polri kerap dirangkum dalam ungkapan 'tajam ke bawah, tumpul ke atas.'
ANALIS Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian.
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved