Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan tak mempermasalahkan dengan aturan larangan buka puasa bersama para pejabat oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Gus Yahya menilai acara buka bersama (bukber) selama ini cenderung sekadar pesta.
"Selama ini orang bikin buka bersama itu untuk apa? Jangan dibikin seolah-olah (bukber) itu pesta besar makan-makan, enggak perlu saya kira itu ya," ujarnya usai kegiatan di Istana Negara (24/3).
Baca juga: Presiden Dicap Anti-Islam, Menag: Presiden Sangat Concern Terhadap Islam
Dia berpendapat hakikatnya buka puasa bersama lebih baik dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan. Yahya menyarankan masyarakat mengubah kebiasaan acara buka bersama.
"Kalau buka untuk bagi-bagi ke fakir miskin atau orang-orang yang terjebak macet di jalan dan sebagainya ya dibikin saja. Saya kira itu penting," tegasnya.
Baca juga: Larangan Buka Puasa Bersama Tidak Tepat
Gus Yahya lalu bercerita tentang kebiasaan orang NU yang justru keberatan jika diundang ke acara buka bersama. Sebab pada umumnya warga NU takut kelewat salat Tarawih kalau mengikuti kegiatan buka bersama.
"Saya itu paling takut kalau diundang buka bersama. Kami itu kalau di NU habis shalat Maghrib itu kita sudah siap-siap tarawih, habis salat Tarawih baru ada kegiatan," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar tidak ada buka puasa bersama selama Ramadan 1444 Hijriah. Permintaan tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri dan kepala badan/lembaga. Arahan Presiden Jokowi itu tercantum dalam Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 tentang arahan terkait penyelenggaraan buka puasa bersama.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah ingin ASN dan pejabat negara menerapkan pola hidup sederhana selama bulan suci Ramadan 1444 H.
"Yang tidak kalah pentingnya adalah saat ini aparat sipil negara, pejabat pemerintah sedang mendapatkan sorotan yang sangat tajam dari masyarakat. Presiden meminta kepada jajaran pemerintah, ASN untuk berbuka puasa dengan pola hidup yang sederhana," kata Pramono dalam keterangannya dalam YouTube Sekretariat Presiden. (REN/Z-7)
Bukber biasanya dilakukan bersama keluarga, teman, rekan kerja, atau komunitas di rumah, restoran, masjid, atau tempat tertentu. Kegiatan ini tidak hanya untuk makan bersama
Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan mengundang sekitar 300 petugas kebersihan untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama pada Ramadan tahun ini.
KETUA DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan Keluarga Besar Rumah Aspirasi Mujiyono (RAM).
Kegiatan buka puasa bersama dengan 1.000 anak yatim digelar sebagai bagian dari komitmen berbagi kebahagiaan dan memperkuat kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan.
Presiden Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama ormas Islam dan pimpinan ponpes di Istana hari ini (5/3).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo menyambut baik upaya kampanye perdamaian yang diserukan pihak Iran, dan mendorong segera dihentikannya perang.
STAF Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
POLDA Metro Jaya menegaskan bahwa status wajib lapor bagi Rismon Sianipar, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah Jokowi
Rismon telah mempublikasikan video permintaan maafnya lewat kanal YouTube Balige Academy.
Advokat Jahmada Girsang yang mendampingi Rismon Sianipar menyatakan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan.
PAKAR telematika yang juga kasus dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden RI ke-7, Joko Widodo Roy Suryo merespons permohonan restorative justice yang diajukan Resmon Sianipar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved