Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Gereja Katolik di Pekalongan Ajak 300 Petugas Kebersihan Buka Puasa Bersama

Supardji Rasban
11/3/2026 08:24
Gereja Katolik di Pekalongan Ajak 300 Petugas Kebersihan Buka Puasa Bersama
Gereja Katolik di Pekalongan ajak 300 petugas kebersihan buka puasa bersama.(MI/Susanto)

Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan mengundang sekitar 300 petugas kebersihan untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama pada Ramadan tahun ini. Para peserta merupakan tenaga kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan kota. Petugas yang hadir berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari penyapu jalan, kru angkutan sampah, petugas pengawasan sampah liar, tim penebang pohon, hingga pekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah seorang petugas penyapu jalan dari DLH Kota Pekalongan, Wahyuti (31), mengaku senang mendapat undangan tersebut. Ia yang sehari-hari bertugas di wilayah Ponolawen dan Simbang Wetan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian bagi para petugas kebersihan.

“Saya senang sekali bisa diundang buka bersama di sini. Selain dapat takjil juga dapat nasi kotak untuk bekal berbuka puasa dan bisa berkumpul dengan teman-teman,” ujar Wahyuti, Selasa (10/4) petang.

Romo Paroki Gereja Santo Petrus Pekalongan, Yohanes Suratman, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini telah diselenggarakan sejak tahun 2024. Namun setiap tahun, gereja mengundang kelompok masyarakat yang berbeda sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Saya mengadakan acara ini sejak tahun 2024, tapi yang diundang berbeda-beda. Kali ini kami mengundang teman-teman petugas kebersihan,” kata Romo Yohanes.

Menurutnya, pemilihan petugas kebersihan sebagai tamu undangan tidak lepas dari perhatian terhadap isu lingkungan yang semakin penting baik di tingkat daerah maupun global. Ia menilai para tenaga kebersihan merupakan “pahlawan lingkungan” yang bekerja keras menjaga kebersihan kota.

“Masalah lingkungan hidup sekarang menjadi perhatian besar. Karena itu kami ingin memberi apresiasi kepada teman-teman petugas kebersihan yang bekerja keras menjaga kebersihan kota,” ujarnya.

Romo Yohanes menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Ia menyebut Gereja Katolik sejak 2015 memiliki dokumen khusus mengenai kepedulian lingkungan yang terus disosialisasikan kepada umat agar lebih peduli terhadap kelestarian bumi.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dihadiri unsur lintas agama, termasuk perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Menurut Romo Yohanes, kerukunan antarumat beragama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita hidup dalam masyarakat lintas agama. Kerukunan harus menjadi pilihan tindakan agar masyarakat semakin damai dan sejahtera,” katanya.

Pihak gereja juga menyediakan tempat salat bagi para undangan yang beragama Islam agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan nyaman setelah berbuka puasa.

“Teman-teman muslim setelah berbuka biasanya melaksanakan salat. Daripada harus pulang dulu, kami menyediakan tempat salat di sini,” ujar Romo Yohanes.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan gereja kepada para petugas kebersihan.

“Saya sangat mengapresiasi Romo beserta jajaran Gereja Santo Petrus yang telah memberikan perhatian kepada teman-teman kami, para pahlawan kebersihan Kota Pekalongan,” ujarnya.

Ia menjelaskan total personel DLH Kota Pekalongan sekitar 500 orang, termasuk aparatur sipil negara dan tenaga operasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut.

Joko juga mengatakan kegiatan ini membuka peluang kerja sama antara DLH dan pihak gereja dalam edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Salah satu program yang didorong adalah pemilahan sampah dari rumah tangga yang saat ini terus disosialisasikan oleh pemerintah kota. Ia menambahkan bahwa Gereja Santo Petrus juga memiliki bank sampah unit, yang menjadi bagian dari gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Keterlibatan komunitas keagamaan sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tandas Joko. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya