Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN percobaan pembunuhan terhadap suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Amat Muzakhim, 56, perlahan terkuak. Aksi penembakan yang terjadi di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung cepat dan terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan rekaman CCTV, pelaku datang dari arah selatan melalui samping restoran milik korban, lalu masuk menuju area rumah yang berada di belakang dengan jarak sekitar 50 meter dari jalan raya Cap Gawen. Kawasan tersebut dikenal ramai karena diapit pertokoan dan wisata kolam renang anak.
Pelaku yang mengendarai sepeda motor Vario berwarna hitam dengan pelat nomor ditutup plastik terlihat melaju masuk tanpa banyak gerak mencurigakan. Setibanya di teras rumah korban yang kerap dijadikan lokasi COD paket oleh warga, pelaku langsung membelakangi korban, menengok ke belakang, dan mengarahkan senjata api jenis pistol yang belum diketahui tipenya ke arah Amat Muzakhim yang sedang menerima tamu.
Diduga pelaku gugup, tembakan yang dilepaskan meleset dan melintas di atas kepala korban. Proyektil kemudian ditemukan di bawah keran air dekat pintu samping rumah. Peristiwa berlangsung singkat sebelum pelaku melarikan diri.
Korban enggan berspekulasi soal motif dan menyatakan tidak memiliki musuh. Namun, ia dikenal sebagai aktivis masyarakat dan belakangan tengah mendampingi penjual martabak yang menjadi korban penculikan, kasus yang hingga kini masih berproses di Polda Jawa Tengah.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, dalam Laporan Polisi (LP) Minggu (15/2/2026) sore, membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah melakukan penanganan awal dengan mendatangi lokasi termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.
"Benar kejadiannya berlangsung pada hari sabtu tanggal 14 Februari 2026 pukul 21.10 Wib di rumah korban di Rt. 001 Rw. 013 nomor 7 Kel. Kedungwuni Timur Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan," ujar Rachmad.
Kemudian dari hasil penanganan awal ditemukan bekas tembakan ke plafon rumah bekas proyektil dengan ketinggian 257 cm. Kemudian ditemukan juga bekas proyektil di area garasi mobil dengan jarak 23,2 meter dari posisi pelaku saat menembak.
"Kami temukan sebuah proyektil jenis timah berwarna silver panjang kurang lebih 1 cm dan sudah ada tiga orang saksi yang sudah kami mintai keterangannya terkait kejadian ini," terang Rachmad.
Kesaksian warga sekitar juga menguatkan suasana pascakejadian. Muntoha, 59, pedagang ayam goreng tepung yang lapaknya tak jauh dari lokasi dan merupakan tetangga korban, mengaku tidak mendengar suara tembakan malam itu.
“Saya tidak tahu ada penembakan. Sekitar jam sepuluhan saya mau pulang, sudah berkemas, cuma lihat polisi datang ke belakang restoran,” ujar Muntoha.
Muntoha menyebut saat itu kondisi rumah makan milik korban relatif sepi dan kerap tutup pada hari tertentu. Muntoha mengenal korban sebatas tetangga dan mengetahui bahwa rumah makan tersebut dikelola oleh suami, sementara istrinya merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini, aparat gabungan Inavis Polri dan Labfor Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan jenis senjata yang digunakan. Polisi juga mendalami rekaman CCTV serta keterangan saksi guna menelusuri motif di balik penembakan tersebut.
Diketahui, ugaan percobaan pembunuhan terjadi di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Korban, Amat Muzakhim, 56, mengaku menjadi sasaran tembakan orang tidak dikenal saat sedang duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tamu pada Minggu malam.
Amat Muzakhim yang merupakan suami dari Hj Nur Fatwah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi A Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga dikenal sebagai aktivis serta tokoh masyarakat setempat menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Sebelumnya, ia baru saja pulang ke rumah sekitar pukul 20.30 WIB usai mengikuti sejumlah kegiatan di luar dan sempat menerima beberapa tamu, termasuk seorang kepala desa. (H-4)
RUMAH anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Nur Fatwa di Pekalongan, Jawa Tengah ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK),
Pompa air bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dipasang di sejumlah titik banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hingga kini masih terendam dengan ketinggian air 30-120 cm.
Kerusakan jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga telah memakan banyak korban kecelakaan, termasuk merenggut nyawa salah satu anggota keluarga kepolisian setempat.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
RUMAH anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Nur Fatwa di Pekalongan, Jawa Tengah ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK),
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved