Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jalan Rusak di Pekalongan mulai Diperbaiki, Warga Dihantui Ancaman Kecelakaan

Supardji Rasban
03/2/2026 19:49
Jalan Rusak di Pekalongan mulai Diperbaiki, Warga Dihantui Ancaman Kecelakaan
Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

BANYAKNYA kerusakan jalan dampak cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai diperbaiki. Kerusakan jalan berupa lubang, aspal mengelupas dan badan jalan yang bergelombang. Kerusakan jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga telah memakan banyak korban kecelakaan, termasuk merenggut nyawa salah satu anggota keluarga kepolisian setempat.

Kondisi jalan rusak tersebut bahkan viral di media sosial dan mendapat sindiran warga net sebagai "jalanan paling berbahaya" diKabupaten Pekalongan. Bahkan video pengendara terjatuh, hingga kendaraan rusak beredar luas di media sosial/medsos. 

Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Tegal, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, kini mulai melakukan perbaikan darurat dengan metode penambalan menggunakan campuran aspal panas (CAP).

Staf Teknik BPJ Wilayah Tegal, Slamet Priyono, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja hampir setiap hari selama cuaca mendukung. Alias tidak dalam kondisi hujan lebat.

“Setiap kali cuaca terang dan tidak hujan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi lubang dengan menambal menggunakan CAP. Minimal di ruas-ruas yang banyak dikeluhkan warga,” ujar Slamet, Selasa (3/2/2026).

Slamet menuturkan penanganan jalan berlubang dilakukan secara bertahap karena kerusakan bersifat spot-spot dan tersebar di beberapa ruas utama, seperti Wiradesa-Kajen, Kajen-Kalibening, Kajen-Kesesi, hingga Kesesi-Bantarbolang dan Pemalang-Bantarbolang.

“Untuk Wiradesa-Kajen saja, setiap hari bisa menghabiskan 10 sampai 15 ton aspal. Pemalang-Bantarbolang sekitar 10 ton, dan Kajen-Kalibening hari ini 5 ton,” jelas Slamet.

Slamet memperkirakan total panjang ruas Wiradesa-Kajen mencapai sekitar 14 kilometer, namun sebagian masih menjadi tanggung jawab kontraktor lama. Sementara BPJ fokus menangani sekitar 5 kilometer titik-titik kerusakan paling parah.

“Kami upayakan sebelum Hari Raya nanti kondisinya sudah bebas lubang,” tegas Slamet.

Di sisi lain, Satlantas Polres Pekalongan, mencatat dampak serius dari jalan berlubang tersebut. Kanit Turjawali Satlantas Polres Pekalongan, Ipda Hasyim, mengaku bahwa laporan kecelakaan akibat jalan rusak terus berdatangan, baik secara langsung maupun melalui media sosial resmi Polres.

“Keluhan masyarakat banyak masuk lewat Facebook dan Instagram Polres Pekalongan. Karena itu, kami sudah berkoordinasi dengan PU Provinsi sejak jauh-jauh hari,” terang Hasyim.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Operasi Keselamatan, di mana polisi bersama stakeholder terkait ikut terlibat langsung dalam penambalan darurat di sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah Bojong.

“Ini sudah hari kedua kami bersama-sama menambal lubang di sekitar Bojong,” jelas Hasyim.

Menurut Hasyim kemarin ada yang meninggal dunia. Korbannya anak anggota kepolisian. Jalan berlubang menjadi salah satu faktor pendukung kecelakaan tersebut.

"Titik paling parah berada di Gejlik, Ketitang, dan sekitar Pasar Bojong, dengan kondisi lubang yang sangat membahayakan, terutama saat malam hari karena minim penerangan," jelasnya.

Warga etempat  Yuda, pemilik bengkel yang berada tak jauh dari lokasi jalan rusak di Kecamatan Bojong, mengaku hampir setiap hari menyaksikan kecelakaan.

“Beberapa hari kemarin saja ada sekitar empat motor jatuh. Pagi hari,” tutur Yuda.

Menurut Yuda, kecelakaan paling sering terjadi saat jam berangkat kerja, sekitar pukul 07.00 WIB, ketika lalu lintas padat dan kondisi jalan masih gelap atau mendung.

“Rata-rata luka ringan, tapi tetap saja berbahaya. Kebanyakan yang jatuh itu laki-laki,” jelas Yuda. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya