Jumat 06 Januari 2023, 08:15 WIB

Tahun 2023 Harun Masiku Dimana? Kader PDIP itu kata KPK Ada di Luar Negeri

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Tahun 2023 Harun Masiku Dimana? Kader PDIP itu kata KPK Ada di Luar Negeri

dok.ant
Sejumlah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), melakukan aksi teatrikal saat unjuk rasa di depan Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut mantan calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan Harun Masiku berada di luar negeri.

Harun Masiku merupakan tersangka dalam perkara dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih tahun 2019-2024 yang sudah berstatus daftar pencarian orang (DPO) sejak Januari 2020.

"Ada di luar negeri. Jadi, kami masih koordinasi dengan beberapa agensi dari luar negeri," kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Asep tidak menjelaskan lebih lanjut di negara mana Harun bersembunyi. Namun, ia memastikan yang bersangkutan ada di luar negeri berdasarkan informasi yang diterima.

"Informasi yang kami terima begitu," tambahnya.

Sebelumnya, dalam perkara itu, KPK juga telah memroses beberapa pihak, di antaranya mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, yang telah divonis selama tujuh tahun penjara.

Sementara itu, ada pula kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina yang divonis empat tahun penjara karena ikut menerima suap Rp600 juta dari Harun Masiku bersama dengan Wahyu Setiawan.

Wahyu dan Agustiani terbukti menerima uang sebesar 19 ribu dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura atau seluruhnya Rp600 juta dari Harun.

Tujuan penerimaan uang tersebut agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1, yakni dari Riezky Aprilia menjadi Harun Masiku.

Selain Harun Masiku, KPK juga mencatat ada empat tersangka lain masuk daftar pencarian orang (DPO) di beberapa kasus sampai saat ini.

Pertama, Kirana Kotama dalam perkara tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc. sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) untuk pengadaan Kapal SSV bagi Pemerintah Filipina tahun 2014-2017.

Kedua, Izil Azhar dalam perkara bersama Irwandi Yusuf, selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007-2012, terkait menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Ketiga adalah Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra dalam perkara dugaan korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-el).

Keempat, Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak terkait perkara dugaan korupsi berupa pemberian dan penerimaan suap serta gratifikasi pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah. (Ant/OL-13)

Baca Juga: ICW Gelar Teatrikal Desak Pencarian Harun Masiku oleh KPK

Baca Juga

Antara

Auditor Sebut Laba Duta Palma Kurang dari Rp2 Triliun Sejak 2004

👤Mediainonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 02:03 WIB
Florus menjabarkan akumulasi keuntungan tersebut, yakni Rp 1,3 triliun muncul dari sisi laporan laba...
Antara/Sigid Kurniawan.

Survei: 65% Pemilih PKS Pilih Anies Baswedan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 26 Januari 2023, 21:58 WIB
Salah satu yang diulas yakni kecenderungan pemilih Partai Keadilan Sejahtera...
Antara

Jelang Pemilu 2024, Polri: Terorisme Masih Jadi AncamanĀ 

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 26 Januari 2023, 21:41 WIB
Polri melalui Densus 88 Antiteror terus melakukan upaya preventive strike, yang bertujuan mencegah tindak pidana terorisme saat pesta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya