Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Potret Raja Judi Online dan Scam Asia Diseret Pulang ke Tiongkok untuk Diadili

Dhika Kusuma Winata
14/11/2025 13:29
Potret Raja Judi Online dan Scam Asia Diseret Pulang ke Tiongkok untuk Diadili
She Zhijiang(Sosial media X)

SHE Zhijiang, buronan besar yang selama lebih dari satu dekade menghindar dari kejaran otoritas Tiongkok, akhirnya diterbangkan keluar dari Bangkok menuju negaranya untuk persidangan. Raja judi online (judol) dan scam itu akan diadili Beijing dengan tuduhan dalang jaringan kejahatan lintas negara, mulai dari operasi kasino ilegal hingga pusat penipuan yang memakan ratusan ribu korban.

She ialah warga negara Tiongkok yang juga memegang paspor Kamboja. Dia ditangkap di Thailand pada Agustus 2022 setelah bertahun-tahun berpindah-pindah untuk menghindar dari otoritas Tiongkok.

Kepolisian Thailand mengonfirmasi She diekstradisi pada Rabu setelah proses penahanan berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol atas permintaan Beijing.

Dia diterbangkan dari Bandara Suvarnabhumi sekitar pukul 16.30 waktu setempat. She digiring keluar dari kantor polisi bandara dengan tangan terikat di belakang dan dikawal petugas bersenjata lengkap mengenakan penutup wajah.

“Pihak Tiongkok telah meminta tersangka ini, yang menjadi prioritas tinggi bagi mereka,” kata Wakil Komisaris Kepolisian Thailand, Letnan Jenderal Jirabhop Bhuridej, dikutip The Guardian.

Di Tiongkok, She akan menjalani proses hukum atas tuduhan mengoperasikan situs judol ilegal, menjalankan kasino bawah tanah, dan memanfaatkan wilayah Myanmar sebagai basis untuk bisnis kriminal serta pencucian uang.

Sejak September 2017, dia disinyalir memikat warga Tiongkok agar berjudi secara daring melalui lebih dari 200 platform yang dioperasikan kelompoknya. Sebanyak 330.000 warga Tiongkok terlibat dengan nilai uang yang berputar menembus 2,7 miliar yuan atau sekitar 380 juta dolar AS.

Investigasi polisi Tiongkok juga mengungkap bahwa She memfasilitasi 248 kelompok penipu telekomunikasi untuk menjalankan aksi mereka yang khusus menargetkan warga Tiongkok.

Kompleks Shwe Kokko, sebuah kawasan di perbatasan Myanmar-Thailand, menjadi markas yang ia sulap sebagai pusat perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba, dan penipuan digital. 

Kawasan itu kemudian tumbuh menjadi salah satu titik kriminal paling terkenal di perbatasan Myanmar, terutama setelah negara itu dilanda perang saudara pada 2021. Kompleks tersebut juga dikenal sebagai markas bagi penipuan berbasis internet yang mempekerjakan korban perdagangan manusia untuk menjalankan skema penipuan berkedok percintaan (love scam) hingga penipuan bisnis bernilai miliaran dolar.

She Zhijiang ditahan di Thailand selama dua tahun sebelum pengadilan banding akhirnya mengukuhkan keputusan ekstradisi. Dia sempat mengajukan banding namun ditolak sehingga jalan menuju pengadilan Tiongkok tak terbendung lagi. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik