Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya menekan praktik judi online (judol) melalui Gerakan Judi Pasti Rugi.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius bagi ketahanan sosial dan ekonomi nasional. Ia mengingatkan, tanpa intervensi yang kuat, potensi kerugian akibat praktik judol dapat menembus Rp1.100 triliun pada akhir 2025.
“Kami di Komdigi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim GoPay dan aliansi Judi Pasti Rugi yang turun langsung ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat. Gerakan ini menjadi salah satu kontributor penting penurunan transaksi judi online hingga 57 persen di Indonesia,” ujar Alexander dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/2).
Berdasarkan data GoPay, Gerakan Judi Pasti Rugi dimulai sejak Oktober 2024 dan mendapat dukungan figur publik seperti Rhoma Irama, yang mengampanyekan bahaya judi melalui karya musik. Inisiatif ini menjangkau lebih dari 60 juta masyarakat melalui media sosial, media massa, talkshow, hingga program van edukasi keliling.
Van Judi Pasti Rugi diberangkatkan dari Kantor Komdigi pada 15 Mei 2025 dan selama sekitar delapan bulan berkeliling ke 66 kota di 21 provinsi, menempuh hampir 30.000 kilometer. Di setiap daerah, kegiatan edukatif dan interaktif digelar untuk meningkatkan kesadaran publik tentang risiko judi online.
Dalam dokumen Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital Komdigi bertajuk Melindungi Keluarga di Era Digital, ditegaskan bahwa penanggulangan ancaman digital, termasuk judol, perlu ditempuh melalui dua pendekatan utama: penguatan regulasi serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dan peningkatan literasi digital serta pendidikan SDM.
Head of GoPay Wallet Kelvin Timotius menyatakan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga ekosistem digital Indonesia tetap sehat dan tepercaya. Menurutnya, inisiatif tersebut juga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia terkait keamanan transaksi dan perlindungan konsumen.
“Gerakan Judi Pasti Rugi akan terus kami jalankan, terutama melalui kanal digital, untuk mendorong kesadaran publik sekaligus menekan praktik judi online,” ucap Kelvin.
Selain edukasi, GoPay juga mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah pencurian identitas, penyalahgunaan akun, serta mendeteksi transaksi mencurigakan secara real time sebagai langkah preventif terhadap aktivitas judol.
Upaya kolaboratif ini menunjukkan dampak nyata. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi judi online di Indonesia pada 2025 turun 57 persen menjadi Rp155 triliun, dari Rp359 triliun pada 2024. Sebelumnya, PPATK juga mencatat lonjakan ekstrem transaksi judol sebesar 8.136,77 persen pada periode 2018–2023, yang menegaskan urgensi penanganan serius terhadap fenomena ini. (E-3)
Kenali tanda kecanduan judi online menurut ahli psikiatri RSCM. Pahami bagaimana dopamin bekerja dan cara mendeteksi gejala dini sebelum terlambat.
Jasa Marga berlakukan diskon tarif tol 30% di 9 ruas untuk Mudik Lebaran 2026. Cek daftar rute, jadwal, dan syarat saldo e-toll agar tidak hangus.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan judi online (judol) yang digencarkan pemerintah pusat.
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
Bareskrim serahkan aset judi online ke Kejagung, Pemberantasan judi online di Indonesia 2026, Update kasus judi online Bareskrim Polri.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan jumlah rekening yang terindikasi terkait judi online (judol) terus melonjak.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan judi online (judol) yang digencarkan pemerintah pusat.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan jumlah rekening yang terindikasi terkait judi online (judol) terus melonjak.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kunci keberhasilan Erwin Erlani lepas dari jerat judol adalah keberanian untuk merelakan kerugian fantastis tersebut.
Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) mencatat penurunan signifikan dalam aktivitas judi online (judol) di Indonesia sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved