Selasa 28 Juni 2022, 21:24 WIB

ICW Gelar Teatrikal Desak Pencarian Harun Masiku oleh KPK

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
ICW Gelar Teatrikal Desak Pencarian Harun Masiku oleh KPK

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Sejumlah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), melakukan aksi teatrikal saat unjuk rasa di depan Gedung KPK Merah Putih, Jakarta.

 

INDONESIA Corruption Watch (ICW) menggelar aksi teatrikal di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan. Aksi itu untuk mendesak Lembaga Antikorupsi menuntaskan pencarian buronan Harun Masiku.

"Kami ingin menggambarkan bahwa sebenarnya Harun Masiku berkeliaran," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di lokasi, hari ini.

ICW meragukan upaya KPK untuk mencari buronan kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 itu. Padahal, kasus tersebut dinilai menarik untuk ditelisik lebih lanjut.

"Bagaimana tidak, terhitung sejak ditetapkan sebagai tersangka, 900 hari pencarian telah berlalu tanpa menghasilkan temuan signifikan," ujar Kurnia.

Kurnia membandingkan upaya KPK dalam menangkap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Kala itu, KPK tak membutuhkan lama untuk meringkus buronan tersebut.

Baca juga: Pasal Penghinaan Presiden dianggap Bentuk Antikritik, Wamenkumham: Sesat Pikir

"Sejumlah buronan KPK sebelumnya, yang bisa ditangkap oleh KPK salah satunya adalah mantan Bendum Demokrat M Nasaruddin kalau tidak salah dalam kurung waktu 77 hari, ini sudah 900 hari kenapa juga tidak bisa diringkus oleh KPK?," ucap Kurnia.

Harun Masiku terseret dalam tangkap tangan Wahyu Setiawan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 8 Januari 2020. Dia diduga mengupayakan PAW caleg PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Dapil Sumatra Selatan 1.

Harun diduga melobi Wahyu lewat mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina. Uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura disita KPK saat tangkap tangan. Sebelumnya, Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.

Wahyu telah divonis enam tahun penjara serta denda Rp150 juta subsider enam bulan kurungan. Ia terbukti menerima menerima suap SG$57.350 atau setara Rp600 juta. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Erick Thohir Dinilai Mampu Dongkrak Elektabilitas Pasangan di Pilpres 2024

👤Widhoroso 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:29 WIB
DUET pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir di Pilpres 2024 makin santer dibicarakan di tengah-tengah...
MI/ HO

Soliditas dan Keakraban Kepala Staf TNI Sesuai Harapan Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:28 WIB
Keharmonisan yang ditunjukan Kepala Staf TNI merupakan salah satu harapan Presiden Jokowi yang ditujukan oleh jenderal dari tiga matra...
Antara

Setneg: Pergantian Kabinet Hanya Jika Dibutuhkan

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:19 WIB
Sebelumnya, melalui pidato kenegaraan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk mempertahankan kinerja pemerintahan, tentu dibutuhkan tim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya