Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DETASEMEN Khusus 88 Antiteror Polri menetapkan Bahrul Ulum (BU) sebagai tersangka. Bahrul diketahui merupakan suami Siti Elina (SE), perempuan yang berupaya menerobos Istana Merdeka dan menodong anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Kepala Bagian Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan Bahrul Ulum tak terlibat dengan aksi yang dilakukan oleh Siti Elina. Bahrul juga tidak memerintahkan Siti Elina untuk melakukan aksinya.
Namun, Aswin mengatakan pihaknya telah menangkap Bahrul Ulum dan menetapkannya sebagai tersangka. Bahrul Ulum, kata Aswin, ditetapkan tersangka karena tergabung dengan organisasi Negara Islam Indonesia (NII) yang telah dilarang di Indonesia.
"Jadi awalnya yang bersangkutan dimintai keterangan kasus istrinya. Kemudian terungkap aktivitas dan kegiatan dia. Ditemukan bahwa dia merupakan warga atau simpatisan kelompok terlarang dan sudah ikut dalam baiat," kata Aswin ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (27/10).
Diberitakan sebelumnya, Siti Elina mencoba menerobos masuk ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dengan menodongkan pistol jenis FN ke anggota Paspampres, pada Selasa (25/10) sekitar pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Saksi Sempat Duga Ada Teroris di Rumah Sambo
Aksi tersebut dapat digagalkan oleh anggota Paspampres yang berjaga, dibantu polisi lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Siti kemudian di bawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut
Siti diduga terhubung dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Negara Islam Indonesia (NII). Hal tersebut diungkapkan Aswin di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/10).
"Dari pemeriksaan sementara dan dari hasil analisis di Densus 88 ditemukan memang yang bersangkutan terhubung secara media sosial kepada beberapa akun yang kita indikasikan sebagai akun eks HTI maupun akun dari NII," katanya.
Aswin mengatakan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, Siti juga terhubung dengan dua orang lainnya yakni BU dan JM. BU diketahui memiliki jabatan pendamping bendahara di NII Jakarta Utara.
Sementara itu, JM merupakan murabbi atau guru yang mendoktrin Siti dengan ajaran NII. Namun demikian, peran keduanya masih akan didalami lebih lanjut.
"Diketahui sudah berbaiat kepada NII, sehingga kemudian hasil koordinasi kita menyimpulkan bahwa penanganan ini harus juga melibatkan atau menerapkan UU tentang penanggulangan tindak pidana terorisme," katanya. (OL-16)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Penetapan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir sebagai dilakukan secara prematur dan tidak sesuai prosedur hukum.
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menilai penyidik kepolisian telah bekerja profesional dalam menangani kasus yang sempat menimbulkan perdebatan.
Penyebab belum ditetapkannya tersangka lantaran KPK belum yakin dengan hasil penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan
KPK bakal melanjutkan proses hukum untuk Alwin. Dia sejatinya sudah dipanggil penyidik kemarin, namun, mangkir bersama dengan istrinya Hevearita.
Di sidang praperadilan Hasto Kristoyanto, pakar hukum pidana, Jamin Ginting menilai pimpinan KPK tak lagi berwenang menetapkan seseorang sebagai tersangka karena bukan penyidik.
KPK mengungkap adanya Rp400 juta uang untuk menyuap Wahyu Setiawan dari Hasto. Duit itu diserahkan melalui staf Hasto, Kusnadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved