Kamis 27 Oktober 2022, 17:49 WIB

Saksi Sempat Duga Ada Teroris di Rumah Sambo

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Saksi Sempat Duga Ada Teroris di Rumah Sambo

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Rumah dinas Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang jadi TKP pembunuhan Brigadir J

 

ANGGOTA Polri yang merupakan anak buah AKP Irfan Widyanto, Munafri Bahtiar, sempat menduga ada aksi terorisme di rumah dinas bekas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo. Sebab, suasanya kebatinan di rumah dinas yang terletak di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, itu dinilai sangat menegangkan.

Hal itu disampaikan Munafri di ruang sidang saat bersaksi untuk dua terdakwa perkara merintangi penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, yaitu Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama.

Menurut Munafri, ia dan rekannya yang lain, yakni Tomser Kristianata, diminta Irfan ke rumah dinas Sambo pada saat peristiwa pembunuhan terjadi pada 8 Juli 2022. Kendati demikian, ia dan Tomser belum mengetahui ada persitwa tersebut setelah sampai di lokasi.

"Berjalannya waktu, kami lama jenuh menunggu di luar, kami mulai resah, ada apa sih di dalam kok banyak mobil keluar masuk, orang pakaian dinas, pakaian preman, ada mobil Polres Jakarta Selatan. Jadi sangat menegangkan saya liat," ujar Munafri di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10).

Baca juga: Brigjen Hendra Mengaku Hanya Diperintah Sambo Amankan CCTV

"Mungkin ada teroris atau apa ya? Kita boleh masuk apa gimana? Ini kok di luar aja nih. Jadi kami sadar mungkin ada peristiwa yang sangat menegangkan di dalam," sambungnya.

Munafri dan Tomser sendiri berperan menemani Irfan mengambil DVR CCTV yang terletak di pos security dekat rumah dinas Sambo. Salah satu security Kompleks Polri Duren Tiga yang turut dihadirkan sebagai saksi, Abdul Zapar, mengakui sempat didatangi tiga sampai lima orang yang mengaku sebagai anggota polisi dengan tujuan mengganti DVR CCTV.

Ia menyebut para polisi yang mengganti DVR CCTV tidak menjelaskan asal kesatuan. Adapun pengambilan DVR itu juga tidak dilengkapi dengan surat perintah penyitaan.

"Alasannya cuma untuk memperbagus kualitas gambar," tandas Zapar.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

KSP: Aksi Teror tidak Bisa Ditoleransi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:39 WIB
“Pemerintah mengecam keras tindakan teror apapun motifnya karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Tindakan ini jelas tidak bisa...
MI

KPU Sebut Pencalonan DPD Eks Napi tak Perlu Jeda 5 Tahun

👤Yakub Pryatama W 🕔Rabu 07 Desember 2022, 12:50 WIB
"Putusan MK tersebut menjelaskan tentang Pasal 240 ayat (1) sedangkan pencalonan DPD ada di Pasal 258. Jadi, dia...
Antara

Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Tewaskan 1 Orang

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 07 Desember 2022, 10:16 WIB
Berdasarkan informasi, pelaku bom bunuh diri memaksa masuk ke lapangan Polsek Asatanaanyar saat apel pagi. Insiden terjadi pada Rabu (7/12)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya