Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Hakim Tolak Blokir Tuntutan Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Charlie Kirk

Thalatie K Yani
25/2/2026 03:21
Hakim Tolak Blokir Tuntutan Hukuman Mati dalam Kasus Pembunuhan Charlie Kirk
Pengadilan Utah memutuskan kantor jaksa tetap bisa melanjutkan tuntutan hukuman mati terhadap Tyler Robinson meski ada tuduhan konflik kepentingan.(AFP)

KANTOR Jaksa Utah County dipastikan tetap dapat melanjutkan kasus tuntutan hukuman mati terhadap Tyler Robinson, tersangka pelaku pembunuhan Charlie Kirk. Keputusan ini diambil setelah hakim menolak keberatan tim pembela yang menuduh adanya penanganan buruk terkait potensi konflik kepentingan di lingkungan kejaksaan.

Tim pengacara Robinson sebelumnya meminta agar seluruh Kantor Jaksa Utah County didiskualifikasi dari kasus ini. Mereka berargumen bahwa kehadiran anak dari salah satu jaksa utama di lokasi kejadian saat Kirk dibunuh telah mencemari objektivitas keputusan kantor tersebut. Namun, dalam putusannya pada Selasa waktu setempat, hakim menyatakan bahwa kehadiran anak tersebut tidak memengaruhi tindakan jaksa secara material.

Isu Konflik Kepentingan

Dalam persidangan, Wakil Jaksa Chad Grunander memberikan kesaksian bahwa anaknya menghadiri acara Turning Point USA, tempat di mana Kirk ditembak tahun lalu. Anak Grunander yang berusia 18 tahun merupakan mahasiswa di Utah Valley University, lokasi acara tersebut digelar. Jaksa berargumen bahwa sang anak tidak melihat momen penembakan fatal tersebut maupun melihat tersangka di antara kerumunan.

Meskipun Grunander telah menginformasikan kehadiran anaknya kepada rekan-rekan kerjanya segera setelah kejadian, Jaksa Utah County Jeffrey Gray tetap menunjuknya sebagai salah satu jaksa penuntut untuk Robinson. Gray menegaskan kepada pengadilan bahwa kehadiran anak tersebut "sama sekali tidak relevan" terhadap keputusan hukum yang diambil, termasuk keputusan untuk mengejar hukuman mati.

Hakim Distrik Utah, Tony Graf, sependapat dengan argumen jaksa dalam putusannya. "Pengadilan tidak yakin bahwa hubungan Tuan Grunander dengan (anaknya) menciptakan kesan bias dalam kasus ini," ujar Graf.

Keberatan Pihak Pembela

Pengacara pembela Robinson, Richard Novak, mengkritik keras pendekatan Gray yang dinilai "terlalu santai" dalam menangani masalah ini. Novak berpendapat seharusnya Grunander dipisahkan dari kasus ini sejak awal dan pihak pembela segera diberi tahu.

"Keputusan mengenai dakwaan apa yang akan diajukan, keputusan apakah akan menuntut hukuman mati atau tidak, seharusnya tidak pernah dibuat melalui konsultasi dengan Tuan Grunander," tegas Novak dalam argumen penutupnya.

Namun, Hakim Graf menyimpulkan tidak ada bukti bahwa keputusan pengejaran hukuman mati dipengaruhi oleh kekhawatiran Grunander terhadap keselamatan anaknya. Pihak penuntut juga menyatakan tidak berencana memanggil anak tersebut sebagai saksi karena dianggap tidak memiliki informasi relevan yang unik.

Langkah Hukum Selanjutnya

Tyler Robinson saat ini menghadapi serangkaian dakwaan berat, termasuk pembunuhan berencana, penggunaan senjata api ilegal, perintangan keadilan, dan intimidasi saksi. Selain itu, terdapat faktor pemberat karena melakukan tindak pidana kekerasan di hadapan anak-anak.

Hingga saat ini, Robinson belum mengajukan pembelaan atas dakwaan tersebut. Proses hukum akan dilanjutkan dengan sidang pendahuluan yang dijadwalkan dimulai pada 18 Mei mendatang dan diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya