Jumat 30 Juli 2021, 13:58 WIB

Kasus Tanah Munjul, KPK Usut Transaksi Keuangan PT Adonara Propertindo

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kasus Tanah Munjul, KPK Usut Transaksi Keuangan PT Adonara Propertindo

Ilustrasi
KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelisik transaksi keuangan PT Adonara Propertindo dalam kasus pengadaan tanah Munjul, Jakarta Timur. Penyidik periksa tersangka Dirut PT Adonara Propertindo Tommy Adrian sebagai saksi untuk tersangka eks Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles.

"Dikonfirmasi terkait dengan berbagai data aktivitas transaksi keuangan PT AP (Adonara Propertindo) yang diduga mengalir ke berbagai pihak terkait dengan pengadaan tanah di Munjul," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat (30/7).

Pemeriksaan Tommy Adrian digelar Kamis (29/7) kemarin. Penyidik juga memeriksa saksi Senior Manajer Perumda Pembangunan Sarana Jaya Harbandiyono. Dia dimintai keterangan terkait keikutsertaannya sebagai tim investasi dalam pengadaan tanah di Munjul.

"Dikonfirmasi antara lain mengenai keikutsertaan saksi sebagai tim investasi dalam pengadaan tanah di Munjul," imbuh Ali Fikri.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan tersangka eks Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Dirut PT Adonara Propertindo Tommy Adrian, dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. PT Adonara Propertindo juga ditetapkan sebagai tersangka korporasi. Satu lagi tersangka yakni Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar.

Baca juga : KPK akan Terus Kembangkan Kasus Korupsi Bansos

Dalam perkara itu, Perumda Sarana Jaya berkerja sama dengan PT Adonara untuk mencari lahan yang dijadikan bank tanah. Proses pembelian tanah di Munjul itu diduga menyalahi aturan dan merugikan keuangan negara sebesar Rp152,5 miliar.

Konstruksi perkaranya, pada 8 April 2019 disepakati penandatanganan akta jual beli dihadapan notaris di kantor Perumda Sarana Jaya antara Yoory selaku bos BUMD DKI itu dengan Anja Runtuwene. Kemudian langsung dilakukan pembayaran 50% atau sekitar Rp108,9 miliar dikirim ke rekening milik Anja pada Bank DKI.

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory diduga terjadi pembayaran lagi oleh Perumda Sarana Jaya kepada Anja sebesar Rp43,5 miliar.

KPK menduga pengadaan tanah di Munjul tersebut melawan aturan dan hukum. Komisi antirasuah menyebutkan tidak ada kajian kelayakan objek tanah dalam pengadaan tersebut. Kemudian, tidak dilakukan kajian appraisal (penilaian). KPK juga menduga ada kongkalikong kesepakatan harga sebelum negosiasi resmi dilakukan. (OL-2)

 

Baca Juga

AFP

NU Berupaya Dorong Perdamaian di Afghanistan

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 26 September 2021, 14:20 WIB
Salah satu langkah konkret yang dilakukan NU, yakni menggelar forum dan memberi masukan kepada pemerintah Afghanistan dan kelompok...
DOK PUSPEN TNI

Pengamat Menilai Anggota Komisi I DPR Gagal Paham Soal Bakamla

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 13:52 WIB
Untuk pertahanan sudah jelas ada TNI AL yang mengawal pertahanan dan kedaulatan NKRI di laut dan telah sesuai dengan UU No 5 tahun...
Dok.NasDem

Fraksi NasDem Bahas Revisi Perpres No. 33 Tahun 2020

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 26 September 2021, 13:38 WIB
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi pengawasan DPRD terhadap pembangunan berkelanjutan di setiap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya