Kamis 24 Juni 2021, 15:40 WIB

Dewas KPK: Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Meningkat

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Dewas KPK: Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Meningkat

MI/Susanto
Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana membuat laporan pengaduan terhadap Ketua KPK Firli Bahuri

 

DEWAN Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyebut jumlah laporan pengaduan terkait tugas dan wewenang KPK selama 2020 sebanyak 242 laporan. Dewas KPK mencatat laporan dugaan pelanggaran etik meningkat dari tahun sebelumnya.

"Ini mungkin warning juga untuk kita sesama insan KPK, kenapa pengaduan etiknya sangat meningkat di 2021. Apakah ini karena internalisasi kode etik itu kurang atau bagaimana, terjadi peningkatan secara tajam. Bisa jadi juga masyarakat betul-betul sekarang menggunakan saluran-saluran yang disediakan oleh Dewas," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam peluncuran aplikasi pelaporan E-Ladumas Otentik, Kamis (24/6).

Selama 2020, ungkapnya, Dewas menerima 30 laporan dugaan pelanggaran etik sedangkan hingga pertengahan tahun ini sudah ada 37 pengaduan atau melampaui total aduan tahun lalu.

Salah satu aduan yang kini tengah ditangani Dewas ialah pelaporan terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Dewas KPK menyampaikan penanganan laporan itu kini sudah di tahap klarifikasi. Dewas memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

"Hanya bisa kami sampaikan sudah dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya," kata Albertina.

Mantan hakim tinggi Pengadilan Tinggi Medan itu menyampaikan Dewas tak bisa membuka saksi-saksi dan keterangannya lantaran masih dalam tahap klarifikasi. Dalam tahap klarifikasi ini, Dewas nantinya akan masuk ke pemeriksaan pendahuluan. Pada pemeriksaan pendahuluan itu lah ditentukan untuk layak dilanjutkan ke sidang etik atau tidak.

Baca juga: Dewan Pengawas KPK Luncurkan Aplikasi Pengaduan Daring

"Akan dibawa ke pemeriksaan pendahuluan oleh Dewas sesuai dengan Perdewas Nomor 3 Tahun 2020, nanti di dalam pemeriksaan pendahuluan itu akan diputuskan apakah cukup bukti untuk dilanjutkan ke sidang etik atau tidak cukup," kata Albertina.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dilaporkan ke Dewas lantaran dituding melanggar etik. Lili dilaporkan melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a dan Pasal 4 Ayat (2) huruf b Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Pelapornya ialah Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko dan dua penyidik Novel Baswedan dan Rizka Anungnata.

Lili dianggap menyalahi kode etik lantaran disebut-sebut berkomunikasi dan memberikan informasi penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Kemudian, Lili juga disebut-sebut menggunakan jabatannya sebagai pimoinan komisi antirasuah untuk menekan Syahrial terkait persoalan kepegawaian adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis, di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai.(OL-4)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Pandemi Jadi Ujian bagi Partai Politik dan Penyelenggara Negara 

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 21:24 WIB
Lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif diuji untuk bisa menangani krisis kesehatan dan ekonomi yang bergulir di waktu yang...
MI/M Irfan

Komjak Pastikan Dugaan Jaksa Minta Uang di Lampung Ditindak 

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:11 WIB
"Kami tentu akan memastikan masalah ini diselesaikan dengn baik dan benar, serta jika ada yang melakukan kesalahan ditindak sesuai...
Antara

Pelantikan Anggota BPK yang Tak Penuhi Syarat Harus Tunggu Putusan PTUN

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 18:25 WIB
Reaksi publik yang resisten, hingga gugatan ke PTUN Jakarta, kata Petrus, menjadi bukti pengabaian aspirasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya