Kamis 25 Februari 2021, 14:47 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

Antara
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. 

 

KOMISI Pemberatasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan secara tahun jamak Jalan Lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran (TA) 2013-2015.

Dua tersangka masing-masing Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (ANN), Handoko Setiono (HS), dan Direktur PT ANN, Melia Boentaran (MB).

"Tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan tersangka HS di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan tersangka MB di Rutan KPK Gedung Merah Putih masing-masing selama 40 hari terhitung sejak 25 Februari 2021 sampai dengan 5 April 2021," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/2).

Ia mengatakan perpanjangan penahanan itu karena proses pemberkasan perkara dua tersangka itu masih terus berlanjut dengan masih dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

Sebelumnya, KPK pada Jumat (5/2) telah menahan keduanya pasca ditetapkan dan diumumkan sebagai tersangka pada Januari 2020.

Atas perbuatannya, dua tersangka itu disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setiono diduga berperan aktif selama proses lelang untuk memenangkan PT ANN, padahal sejak awal lelang dibuka PT ANN telah dinyatakan gugur ditahap prakualifikasi.

Namun, dengan dilakukannya rekayasa bersama dengan beberapa pihak di Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis berbagai dokumen lelang fiktif sehingga PT ANN dinyatakan sebagai pemenang tender pekerjaan.

Melia juga diduga aktif melakukan berbagai pertemuan dan memberikan sejumlah uang kepada beberapa pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis agar bisa dimenangkan dalam proyek tersebut.

Dalam proyek itu pun diduga ditemukan berbagai manipulasi data proyek dan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Dalam proyek tersebut diduga telah terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp156 miliar dari total nilai kontrak Rp265 miliar. (Ant/OL-09)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Ditaksir Habiskan Rp243,15 M untuk Baliho, Elektabilitas Airlangga Masih Rendah

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 21 Januari 2022, 07:50 WIB
Berdasarkan asumsi Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), total biaya yang dikeluarkan seluruh komponen yang ditugaskan mencapai Rp243,15...
MI/MOHAMAD IRFAN

Kepala Badan Otorita IKN Bakal Punya Panggung Menuju Pilpres 2024

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 21 Januari 2022, 07:20 WIB
Presiden Joko Widodo telah mengungkap sosok yang menurutnya cocok menjadi kepala otoritas IKN. Sosok tersebut adalah yang pernah menjadi...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

KPK: Hakim Mestinya Menyangga Supremasi Pemberantasan Korupsi

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 21 Januari 2022, 06:23 WIB
KPK mengaku miris melihat Itong terjerat kasus korupsi. Apalagi, dugaan suap yang dilakukan Itong juga menjerat Panitera Pengganti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya