Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dokter Marwan

05/7/2025 05:00
Dokter Marwan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

"DIA terus melawan. Hingga detik terakhir, saat-saat terakhir, ia melawan. Semoga Tuhan memberi kita kesabaran dan semoga Tuhan mengasihani para martir kita."

Diaa Al-Najjar menyampaikan kata-kata itu dengan tercekat. Bibirnya bergetar. Kepada CBC News di Gaza, Palestina, keponakan Marwan Al-Sultan itu mengatakan pamannya tidak pernah berhenti bekerja di tengah perang, bahkan untuk sesaat. Baginya, sang paman telah berjuang membela Gaza hingga napas terakhir.

Rabu (2/7) dini hari, Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza Marwan Al-Sultan gugur bersama keluarganya setelah apartemen tempat mereka tinggal dibom militer Israel. Marwan, istrinya, anak perempuannya, dan juga saudara perempuannya meninggal di detik yang sama, di tanah yang mereka perjuangkan hingga nyawa tercerabut dari raga.

Jenazah dokter Marwan Al-Sultan dan keluarganya tiba di Rumah Sakit Shifa dalam keadaan berkeping-keping. 'Indonesia turut berduka atas wafatnya Dr Marwan Al-Sultan, Direktur RS Indonesia di Gaza, beserta keluarganya pada tanggal 2 Juli 2025 dan mengutuk serangan Israel tersebut', tulis Kementerian Luar Negeri RI di akun X mereka, @Kemlu_RI.

Sudah berbilang tahun, Marwan tak beringsut dari RS Indonesia di Gaza itu. Apalagi, RS Indonesia merupakan fasilitas medis terbesar di utara Kota Gaza dan jalur kehidupan penting bagi warga sipil di daerah tersebut sejak dimulainya perang yang berlangsung hampir 21 bulan di wilayah itu. Karena itu, bagi Marwan, aset vital tersebut layak terus dijaga. Hingga akhirnya, ia gugur pada Rabu itu, menambah gugurnya tenaga kesehatan di Gaza yang sudah mencapai lebih dari 1.500 orang.

RS Indonesia telah dikepung pasukan Israel sejak Mei, dan isinya dievakuasi bersama isi dua rumah sakit utama lainnya di Gaza utara, setelah pasukan Israel memperbarui serangan mereka di wilayah tersebut. Militer Israel berdalih serangan tersebut menargetkan infrastruktur Hamas. Namun, faktanya, itu hanya muslihat. Israel menyerang membabi buta, bahkan menembaki mereka yang tengah mengantre bantuan makanan.

Hanya 20 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian pada Mei, sedangkan yang lain terpaksa tutup akibat kerusakan oleh serangan brutal dan keji dari Israel. Medecins Sans Frontieres (MSF) dan kelompok bantuan lainnya menuduh Israel memang menargetkan rumah sakit dan pekerja medis.

Pembunuhan dokter Marwan Al-Sultan ialah kematian terbaru dalam daftar panjang pekerja layanan kesehatan yang menjadi sasaran di Jalur Gaza. Dokter Marwan dikepung tentara Israel di RS Indonesia dan dia berkeras melanjutkan operasi dan tidak berhenti. Ia pantas disebut syuhada, pahlawan suci pembela kemanusiaan.

Wajar jika hanya dalam hitungan menit, lini masa di media sosial di Tanah Air pun dipenuhi dengan ucapan duka. Gaza, Palestina, memang berjarak hampir 9.000 kilometer dari Indonesia. Namun, itu hanya bilangan angka. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, Palestina sudah dekat di hati rakyat Indonesia.

Para mufti Palestina, termasuk Gaza, ialah pihak-pihak yang pertama mengakui kemerdekaan kita. Mereka yang menyebarkan Indonesia merdeka ke seantero wilayah Timur Tengah, bahkan ke Eropa. Mereka 'penyambung suara' bangsa Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekaannya. Negeri ini 'berutang' jasa kepada mereka.

Saya lalu teringat penggalan bait-bait sajak karya sastrawan besar Taufik Ismail yang menggambarkan betapa dekatnya Palestina dengan Indonesia. Puisi yang ditulis pada 2016 dan dibacakan di depan sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) itu diberi judul Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?.

Taufik Ismail menulis:

'Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar sapu tangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka, An Naar.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu

Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu

Serasa terdengar di telingaku'.

Selamat jalan, dokter Marwan. Surga di tanganmu, Tuhan di sisimu.



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.