Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Menanti Bobby

01/7/2025 05:00
Menanti Bobby
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

WAJAHNYA tetap semringah meski selama 7 jam sejak pagi hingga sore menghadiri koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi pada akhir April lalu.

Itulah Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution. Dia memenuhi undangan KPK terkait dengan koordinasi pencegahan korupsi di daerah. Bobby mengaku membahas pencegahan korupsi hingga penegakan hukum.

"Saya diundang sama KPK untuk koordinasi, kolaborasi, perkuatan antara KPK, pemerintah daerah, dan DPRD," kata Bobby di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (28/4).

Menantu Presiden Ketujuh RI Joko Widodo itu datang dengan mengenakan batik bernuansa cokelat dan bercelana hitam. Tak hanya Bobby kala itu yang menyambangi lembaga antirasuah. Dia datang bersama sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut. Hadir pula perwakilan delapan daerah lainnya, provinsi dan kabupaten/kota.

Wajah berbeda ditunjukkan Bobby setelah KPK menangkap sejumlah pejabat di Sumut. Wajah suami Kahiyang Ayu itu terlihat mendung. Meski demikian, dia menyatakan siap diperiksa KPK.

"Namanya proses hukum kita bersedia saja," kata Bobby di kantornya, Senin (30/6). Menurutnya, proyek jalan di wilayahnya belum berjalan dan belum ada pemenangnya. Dia menegaskan akan melanjutkan proyek tersebut.

Dari enam orang yang ditangkap, KPK menetapkan lima tersangka. Satu orang belum berstatus tersangka karena belum memenuhi unsur bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu pihak yang ditetapkan tersangka ialah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut Topan Obaja Putra Ginting. Lulusan SPTDN pada 2007 itu dikenal dekat dengan Bobby Nasution.

Bahkan, kariernya melesat selama Bobby menjabat Wali Kota Medan. Mantan Camat Medan Tuntungan pada 2019 itu diberi amanah oleh Bobby sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Medan pada Mei 2024.

Demikian pula ketika Bobby menjabat Gubernur Sumut. Topan ditunjuk sebagai Kepala Dinas PUPR dan merangkap Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral.

Topan mendapat julukan 'ketua kelas' sejak di Pemkot Medan hingga Pemprov Sumut karena dikenal sebagai 'tangan kanan' Bobby. Topan harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk terus moncer kariernya jika dirinya terbukti melakukan praktik lancung.

Uang yang disita KPK memang terbilang kecil. KPK beralasan OTT langsung digelar karena untuk mencegah kerugian lebih besar dalam proyek jalan di Sumut, yakni bobolnya uang negara.

Provinsi Sumut memiliki jejak hitam kasus korupsi. Dua Gubernur Sumut sebelumnya harus merasakan dinginnya lantai penjara karena terjerat oleh kasus korupsi, yakni Syamsul Arifin dan Gatot Puji Nugroho.

Gubernur Edy Rahmayadi yang mantan Pangkostrad itu patut diapresiasi karena berhasil memutus mata rantai korupsi di Sumut. Setidaknya pemegang gelar Datuk Laksamana Nara Diraja yang menjabat bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah periode 2018-2023 itu tidak pernah mencuat dalam kasus korupsi. Entah bila di kemudian hari muncul temuan rasuah oleh aparat penegak hukum.

Selama ini kasus infrastruktur jalan termasuk salah satu kasus yang sering muncul di daerah. Proyek pembangunan jalan ialah lahan basah para koruptor. Pejabat yang mengampu dinas PUPR biasanya bukan orang sembarangan alias dekat dengan kepala daerah.

Ada pula kasus yang ditangani KPK bahwa calon pejabat yang akan menduduki jabatan kepala dinas PUPR harus menyetor sejumlah uang miliaran rupiah kepada kepala daerah. Tentu saja uang tersebut bukan berasal dari kocek si calon pejabat, melainkan dari sejumlah kontraktor yang mengincar proyek jalan tersebut.

Berdasarkan pemantauan Indonesia Corruption Watch (ICW), setiap tahunnya masih tinggi jumlah kasus dan kerugian negara akibat korupsi pengadaan barang/jasa (PBJ), khususnya pembangunan infrastruktur. Sebanyak 250 dari 579 (43%) kasus korupsi yang ditindak aparat penegak hukum sepanjang 2022 berkaitan dengan PBJ. Sebanyak 58% di antaranya merupakan PBJ infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan jembatan.

Tak salah bila kita mengatakan Indonesia darurat korupsi infrastruktur. Bayangkan, dari nilai kontrak 100%, nilai riil infrastruktur umumnya hanya tersisa 50% yang digunakan untuk pembangunan. Selebihnya menjadi bancakan para koruptor. Mereka menari-nari di atas penderitaan rakyat yang merasakan buruknya kondisi jalan.

Buruknya kualitas pembangunan jalan seperti disengaja karena setiap jalan akan dianggarkan biaya perbaikannya. Proyek jalan sengaja tidak dibuat paten atau bagus karena selain anggarannya harus dibagi-bagi ke sejumlah pejabat, termasuk kepala daerah, diharapkan proyek jalan itu terus dilakukan setiap tahunnya.

Acap kali proyek penambalan jalan hanya bertahan dua sampai tiga bulan. Setelah itu, jalan rusak kembali karena kualitas jalan sangat buruk. Dampak buruknya infrastruktur jalan sangat luas, seperti membahayakan pengguna jalan, membuat rusak dan boros BBM kendaraan, dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk rantai pasok terganggu.

Para penggarong proyek infrastruktur jalan juga tidak peduli dengan keselamatan jutaan pengguna jalan, seperti Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II alias Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) pada 2016-2017, yang disidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Modusnya ialah mengurangi spesifikasi atau volume proyek dan mengatur pemenang tender.

Jumlah kerugian negara dari kasus itu sebesar Rp510 miliar. Anehnya, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis empat terdakwa kasus itu tak lebih dari 4 tahun penjara.

Tindak pidana korupsi proyek jalan di Sumut ialah bagian dari darurat korupsi infrastruktur di Tanah Air. Semua pihak harus bergerak sungguh-sungguh untuk mengatasi korupsi yang bersifat kronik itu.

Utamanya kepala daerah harus menjadi garda terdepan memberantas korupsi mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek. Gubernur Bobby saat kampanye pilkada memberikan atensi yang besar pada kerusakan infrastruktur jalan di Sumut. Dia pernah berseloroh, jika naik kendaraan kepala sudah jedak-jeduk kena benturan sana-sini, berarti sudah masuk wilayah Sumut.

Kini, dia harus membuktikan dirinya bersih dengan membuat tata kelola pemerintahan yang baik, berdasarkan akuntabilitas, transparansi, dan partisipatif. Dia harus menjadi teladan bagi kepala daerah lainnya, terlebih dia menantu mantan presiden. Tabik!



Berita Lainnya
  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.