Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Airlangga dan Laporta

17/5/2025 05:00
Airlangga dan Laporta
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

AIRLANGGA Hartarto dan Joan Laporta memang berbeda. Airlangga di Indonesia, jadi menko perekonomian, dan mengurusi ekonomi negara. Laporta tinggal di Spanyol, jadi Presiden Klub Barcelona, dan sudah barang tentu mengurusi sepak bola. Bedanya lagi, Airlangga irit bicara dan kerap 'berargumentasi', Laporta dengan senang hati melayani permintaan wawancara sembari menjelaskan langkah-langkah solusi apa untuk penyelamatan Barca.

Kendati berbeda dalam beberapa hal, keduanya punya kemiripan dalam sejumlah soal. Kedua sosok itu sama-sama lahir pada 1962, sama-sama ber-shio macan (dalam tradisi Tiongkok), dan sama-sama menghadapi masalah perekonomian yang ruwet. Yang satu perekonomian negara yang penuh tantangan, yang satu masalah di Barca yang masih belum sepenuhnya bisa ditaklukkan.

Tentu berbeda, membereskan negara dan klub sepak bola. Namun, seni mencari solusinya boleh jadi sama meski tidak 100% plek ketiplek. Airlangga harus mencari resep bagaimana menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya, setelah terkontraksi menjadi 4,87% pada kuartal I (melesu ketimbang kuartal yang sama tahun lalu yang 5,11%). Ia juga dipusingkan (kalau dibikin pusing) oleh menurunnya daya beli masyarakat. Pula, mesti berpikir keras menghadapi pendapatan pajak yang merosot hingga 18,09% pada kuartal I 2025 ketimbang penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Belum lagi, mesti mencari cara mengatasi bertambahnya pengangguran hingga 83 ribu orang, melesunya industri (terekam dari indeks manufaktur yang merosot menjadi 46,7), dan pengenaan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) untuk barang ekspor kita ke 'Negeri Paman Sam' tersebut. Semua itu mesti ditemukan resepnya untuk jangka pendek dan jangka menengah (yang durasi 'menengahnya' juga kian memendek).

Sementara itu, Laporta juga dipusingkan keuangan klub Barca yang masih saja menyisakan celah meski sudah mulai membaik. Kini, Barca menggenggam treble domestik (juara Piala Super Spanyol, juara Copa del Rey, dan juara La Liga). Prestasi diraih setelah semua perkara di Barca mulai terurai satu demi satu.

Resepnya, Laporta berani mengambil risiko membuat keputusan tidak populer, bahkan dibenci para fan Barca, seperti mengikhlaskan legenda hidup klub Lionel Messi pergi. Laporta juga tak ragu menarik tuas ekonomi berkali-kali demi menekan 'pendarahan' keuangan klub (hingga kini sudah lima kali tuas ekonomi ditarik dan boleh jadi masih akan ditarik lagi).

Krisis Barca memang tidak kaleng-kaleng. Utang klub Catalan itu lebih dari Rp50,8 triliun. Sumber utang Barcelona disebut-sebut berasal dari transfer pemain terdahulu hingga dampak pandemi covid-19. Dimulai dari transfer Neymar ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2017, keruwetan mulai terjadi.

PSG membayar 222 juta euro (Rp3,7 triliun) ke Barcelona untuk mendatangkan Neymar. Sebagai ganti Neymar, Barcelona mendatangkan Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dan Philippe Coutinho dari Liverpool. Kedua pemain itu tiba setelah Barcelona membayar masing-masing 135 juta euro (Rp2,2 triliun) ke klub mereka sebelumnya.

Namun, Dembele dan Coutinho gagal memenuhi ekspektasi Barcelona. Mereka lalu pergi dengan harga yang jauh lebih murah. Coutinho pindah ke Aston Villa dengan mahar 20 juta euro (Rp339 miliar), sedangkan Dembele ke PSG dengan biaya 50 juta euro (Rp847 miliar).

Tagihan gaji Barcelona juga semakin meningkat ketika merekrut Antoine Griezmann dari Atletico Madrid pada 2019. Griezmann datang ke Barcelona dengan biaya 120 juta euro (Rp2,035 triliun), tetapi kembali ke Atletico hanya dengan 22 juta euro, atau Rp373 miliar. Dembele, Coutinho, dan Griezmann membuat Barcelona mengeluarkan hampir 400 juta euro, atau setara Rp6,7 triliun.

Pembatasan kegiatan masyarakat yang diterapkan seluruh negara selama covid-19 memperparah kondisi keuangan Barcelona. Ketiadaan penonton di setiap pertandingan membuat Barcelona kehilangan pendapatan sekitar 470 juta euro yang setara Rp7,9 triliun. Kondisi keuangan Barcelona terus memburuk ditambah dengan total upah pemain melewati ambang batas gaji yang ditetapkan La Liga.

Laporta telah menarik tuas ekonomi yang meliputi penjualan sebagian aset klub, seperti hak siar televisi, dan saham Barca Studios. Saya gembira Airlangga juga sudah mulai bicara ikhtiar keras mengangkat perekonomian kita. Kemarin, Airlangga menyebut ada delapan agenda pemulihan, lima agenda jangka pendek dan tiga agenda jangka menengah untuk mengatasi kelesuan ekonomi. Kali ini, ia tidak 'berargumentasi' dengan menyebut fundamen ekonomi kita cukup resilien.

Lima agenda jangka pendek itu: pertama, penguatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat lewat perluasan program makan bergizi gratis (MBG) yang mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan lokal, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, stimulus konsumsi melalui diskon transportasi publik dan subsidi listrik untuk rumah tangga tertentu, mempercepat realisasi belanja negara.

Kedua, peningkatan kemudahan berusaha dengan menyederhanakan izin usaha, penyelesaian revisi Peraturan Presiden tentang Bidang Usaha Penanaman Modal (BUPM); ketiga, penguatan pembiayaan sektor produktif dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan target yang lebih besar, implementasi kredit investasi padat karya, fasilitasi pembiayaan koperasi dan UMKM; keempat, perluasan akses pasar ekspor; kelima, kebijakan deregulasi dengan membentuk satgas deregulasi.

Kebijakan jangka menengah: pertama, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, khususnya industri pengolahan mineral seperti nikel, bauksit, dan tembaga, penguatan rantai nilai industri kelapa sawit dan komoditas strategis lainnya; kedua, transformasi ekonomi digital; ketiga transisi energi dan ekonomi hijau.

Tinggal konsistensi dan detail hingga ke soal-soal kecil yang mesti dibereskan Airlangga. Kalau itu dilakukan, ia bisa meraih seperti yang dicapai Laporta: juara, juara, dan juara.

 



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.