Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Harta, Takhta, Lisa

03/4/2025 05:00
Harta, Takhta, Lisa
Jaka Budi Santosa Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

JUDUL di atas saya kutip dari status teman di aplikasi Facebook. Tidak dijelaskan apa yang dia maksud, tapi tidak sulit untuk menebaknya. Kiranya ia terkait dengan dugaan skandal yang tengah menghantam salah satu tokoh nasional, Ridwan Kamil.

Kang Emil, begitu Ridwan Kamil disapa, tengah diterpa persoalan superberat. Nama RK, demikian sapaan lainnya, ada dalam pusaran kasus dugaan korupsi Bank Jabar Banten. Kediamannya digeledah oleh penyidik KPK beberapa waktu lalu dan dia akan diperiksa setelah Lebaran ini.

Belum selesai ujian itu, masalah lain yang barang kali jauh lebih membuat pusing kepala datang. RK tersandung dugaan perselingkuhan dengan selebgram bernama Lisa Mariana. Ihwal memalukan itu dibeberkan sendiri oleh Lisa di akun media sosialnya. Dia mengaku punya hubungan gelap dengan RK, bahkan hubungan terlarang yang sudah berlangsung sejak empat tahun silam itu membuahkan seorang anak perempuan.

Kenapa Lisa mengumbar aib tersebut? Katanya, sih, karena Kang Emil susah dihubungi, jarang merespons pesan-pesannya lagi, sejak dia hamil. Dia speak up lantaran hingga kini tak ada penyelesaian. Dia nekat membongkar kisah yang bikin jengah sebab tak lagi diberi nafkah. Sekali lagi, semua itu kata Lisa, versi dia. Faktanya? Masih menjadi tanda tanya.

Bagaimana dengan Kang Emil? Dia bilang, masalah itu sebenarnya sudah terjadi empat tahun lalu dan telah diselesaikan. Dia membantah mentah-mentah klaim Lisa yang memiliki anak darinya. Dia menegaskan semua itu merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang. RK mengaku memang pernah bertemu dengan Lisa, tapi hanya sekali, cuma untuk urusan bantuan kuliah. Benarkah? Itu juga masih menjadi tanda tanya.

Punya affair dengan perempuan, dengan lawan jenis, jelas perbuatan tunaetika, melanggar moral. Tiada pemakluman untuk itu. Apalagi jika yang melakukan pejabat, pengelola negara, yang wajib menaruh integritas dan moralitas di tempat utama.

RK saat ini bukan pejabat. Akan tetapi, dia merupakan salah satu tokoh papan atas, kader potensial Partai Golkar. Saking potensialnya, oleh mereka yang berkuasa dia diusung sebagai cagub dalam Pilkada Jakarta 2024, tapi kalah.

Apalagi kalau pernyataan Lisa betul bahwa hubungan terlarangnya terjadi sejak empat tahun lalu, berarti ketika itu Kang Emil masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Berarti, sekali lagi, kalau perselingkuhan itu benar terjadi, dia telah melakukan pelanggaran etika dan moral luar biasa.

Maka itu, lumrah, sangat lumrah, jika publik menumpahkan atensi. Wajar, amat wajar, kalau masyarakat rajin mengikuti perkembangan kasusnya, tak sabar menunggu ending-nya. Ini bukan sekadar infotainment, bukan cuma sekelas gosip para pesohor, melainkan ada urusan kepublikan di dalamnya. RK ialah tokoh publik, mantan pejabat publik, malah seorang pejabat publik jika kronologi versi Lisa benar adanya.

Ada pitutur luhur mengingatkan agar senantiasa tidak tergoda, tergiur, apalagi terjebak 'tiga ta': harta, takhta, dan wanita. Bukan berarti wanita biang masalah, bukan hendak menyudutkan kaum perempuan, melainkan memang tak jarang tokoh, pejabat, penyelenggara negara yang kebetulan laki-laki hancur karenanya. Sama halnya harta dan kuasa, kalau syahwat kelewat tinggi, orang mudah lupa diri, tak peduli dengan etika, masa bodo dengan moral.

Banyak contoh perihal itu. Pada 1961, Sekretaris Negara untuk Perang Inggris John Profumo kedapatan selingkuh dengan Christine Keeler. Sang perempuan bukan sembarangan. Dia mata-mata Rusia yang menyamar sebagai gadis panggung. Maka itu, tak terbayangkan betapa hebohnya skandal the Profumo affair itu. Rakyat Inggris berang. Profumo dipaksa lengser.

Skandal perselingkuhan juga pernah menggemparkan Amerika. Pelakunya ialah Presiden Bill Clinton dan Monica Lewinsky, pekerja magang di Gedung Putih pada 1995-1997. Konsekuensinya, Clinton yang tadinya membantah affair itu coba dimakzulkan karena dianggap melanggar konstitusi sebab telah memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.

Di sini, di negeri ini, berselingkuh atau semena-mena kepada wanita juga dilakukan pejabat. Belum hilang dari ingatan, misalnya, ketika Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat itu, Hasyim Asyari, oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu dinyatakan bersalah melakukan asusila terhadap CAT dan dipecat. CAT ialah anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri Den Haag, Belanda. Peristiwanya terjadi pada 3 Oktober 2023.

Akahkah Kang Emil juga akan menorehkan catatan kelam lantaran laku nanmemalukan? Pengakuan Lisa belum tentu benar, tapi juga belum pasti salah. Kurang ajar betul dia kalau apa yang disampaikan mengada-ada. Konyol nian dia jika asal mengumbar cerita. Blak-blakan menjadi kekasih gelap seorang tokoh bahkan sampai punya anak ialah pengakuan tak main-main.

Berani tes DNA untuk membuktikan siapa ayah biologis sang anak ialah tantangan tak sembarangan. Jika tak sesuai dengan fakta, ia menjadi fitnah tiada tara.

Kang Emil, jika Lisa ngawur, tuntut saja dia secara hukum. Biar tahu rasa dia. Orang seperti itu tak boleh dibiarkan berbuat semaunya. Jika mengada-ada, dia sudah menyiramkan jelaga ke wajah Akang yang sebelumnya lekat dengan image pejabat penjunjung moral dan etika, suami yang setia.

Sebaliknya, jika Lisa benar, ada baiknya Akang mengiyakan, mengaku khilaf, meminta maaf, lalu bertanggung jawab terhadap sang anak. Semoga ia menjadi pengingat bagi para pejabat untuk tak lagi mempertontonkan kepada rakyat cerita buruk soal harta, takhta, dan wanita. Cukup sudah lakon harta, takhta, Lisa.

 



Berita Lainnya
  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."