Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Birokrasi Maling

05/11/2024 05:00
Birokrasi Maling
Ade Alawi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MEMENANGI peperangan, perang apa pun, termasuk perang melawan judol alias judi online, memerlukan pasukan yang tangguh, peralatan yang mumpuni, penguasaan medan, strategi perang, dan sebagainya.

Selain itu, kata Sun Tzu, seorang jenderal legendaris dari Tiongkok, terkenal dengan karyanya The Art of War, ialah disiplin dan moral pasukan. Buku yang terdiri dari 13 bab itu tak lekang oleh waktu, selama berabad-abad telah menjadi pedoman strategi dan taktik militer.

Menurut Sun Tzu, disiplin dan moral pasukan sangat penting untuk meraih kemenangan. Pasukan yang disiplin dan memiliki moral tinggi akan lebih patuh terhadap perintah dan lebih berani dalam pertempuran.

Dengan demikian, mental pasukan memiliki peran signifikan untuk memenangi pertempuran. Namun, yang terpenting tentu saja mental komandan yang memimpin pasukan. Jika komandan mentalnya lemah, tidak memiliki ghirah untuk perang, dan celakanya tidak berintegritas, sudah pasti pasukan akan babak belur dalam medan pertempuran.

Salah satu demoralisasi pasukan dalam perang ialah pengkhianatan kepada pasukan dan bangsa mereka. Bentuk pengkhianatan bermacam-macam, bisa menjual informasi, menjadi agen ganda, melemahkan diri sendiri, membiarkan musuh merajalela, bahkan membelot dari garis pertempuran.

Pengkhianatan dalam perang lazimnya tidak gratis. Ada ‘tukar guling’ yang bisa menguntungkan secara material. Prosesnya tidak spontan, tetapi terencana, sistematis, dan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk memuluskan jalannya ‘perselingkuhan’ tersebut.

Pemerintah sudah mengibarkan perang terhadap judi online. Mantan Presiden Joko Widodo termasuk sejumlah pembantunya, terutama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, menegaskan Indonesia darurat judi online. Korban-korban tak terhitung sudah berjatuhan.

Tekad pemerintahan Jokowi untuk memerangi judi online dilanjutkan pemerintahan Prabowo. “Pemerintah Pak Prabowo tegas untuk memberantas judi online. Ketegasan itu sangat tegas, dari Bapak Prabowo itu sangat tegas. Itu jadi salah satu prioritas beliau,” kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan/PCO Hasan Nasbi di Jakarta, Rabu (30/10).

Walakin, genderang perang yang ditabuh Presiden Prabowo tidak dibarengi kesiapan mental aparaturnya. Bukan kesalahan mantan Danjen Kopassus itu karena dia baru menjabat 20 Oktober, sementara pengkhianatan aparaturnya dalam perang melawan judi online diduga sudah berlangsung lama.

Di tengah upaya memerangi judi online yang hingga kini masih sulit menangkap bandarnya, sebanyak 11 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital diduga terlibat menjadi ‘beking’ ribuan situs judi online.

Para pelaku yang terlibat mulai pegawai biasa sampai pejabat dan staf ahli di kementerian yang dipimpin Meutya Viada Hafid. Mereka yang dibantu empat tersangka dari pihak swasta ‘menjaga’ ribuan situs tersebut diduga meraup Rp8,5 miliar per bulan. Para pelaku ditangkap aparat Polda Metro Jaya pada Jumat (1/11).

Menteri Meutya Viada Hafid menonaktifkan ke-11 pegawai tersebut sebagai upaya menjaga integritas dan kredibilitas institusi serta untuk memudahkan proses hukum.

Menteri yang juga mantan jurnalis Metro TV itu jangan berhenti pada penonaktifan 11 pegawai, tetapi harus ‘cuci gudang’ alias bersih-bersih secara total dari anasir-anasir jahat di kementerian yang dipimpinnya.

Para pegawai itu sebelumnya diberi kewenangan untuk memantau dan memblokir situs judi online, tetapi mereka malah ‘main mata’ dengan melindungi situs tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan era Jokowi mengakui perang terhadap judi online tak bisa dihadapi secara business as usual, tetapi melalui pembentukan satuan tugas (satgas) judi online melalui Keppres Nomor 21 Tahun 2024. Unit pencegahan dan penindakan judi online ini dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Seiring dengan merebaknya praktik haram itu, jumlah korban di masyarakat yang terjebak dalam pusaran judi online semakin banyak, yakni mencapai 2,37 juta penduduk.

Dari data itu 80% di antaranya merupakan kalangan menengah ke bawah. “Klaster nominal transaksinya untuk menengah ke bawah itu antara Rp10 ribu sampai Rp100 ribu,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/6).

Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), laporan transaksi keuangan mencurigakan judi online terus meningkat setiap tahun. Nilai transaksi judi online pada 2024 ini secara akumulatif mencapai Rp600 triliun.

Mengatasi keadaan darurat diperlukan upaya extraordinary untuk menanganinya. Utamanya membersihkan birokrasi Kemenkomdigi dari mental maling dan mental ‘86’ aparat penegak hukum lainnya dalam menghadapi para aktor judi online, baik yang di depan layar, belakang layar, dan ‘musuh-musuh dalam selimut’. Tabik!

 



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.