Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Manusia Buru-Buru

10/10/2024 05:00
Manusia Buru-Buru
Ahmad Punto Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DALAM artikel yang diterbitkan pada November 2023, surat kabar bisnis yang berbasis di Inggris, Financial Times, pernah menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'a man in a hurry'. Terjemahan bebasnya mungkin 'pria yang diburu waktu' atau 'manusia buru-buru'.

Julukan itu terutama merujuk kepada proyek paling ambisius Jokowi, yaitu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Dicanangkan pada Maret 2022, IKN diproyeksikan dapat menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia sebelum Jokowi lengser dari jabatannya pada Oktober 2024.

Karena itulah, IKN dikebut pada waktu-waktu akhir pemerintahannya demi menuntaskan rencana tersebut. Jokowi sangat tampak terburu-buru. Ia seakan ingin membuktikan bahwa ia mampu mengubah ambisi dan obsesinya tersebut menjadi legacy. Segala kritik atas keterburu-buruan itu tak ia acuhkan. Ia jalan terus demi menyelesaikan targetnya yang ambisius.

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Kenyataannya, kita sama-sama tahu, sampai hari ini ibu kota belum berpindah. Keputusan presiden (kepperes) yang mengesahkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN belum diteken. Belakangan, Jokowi malah mempersilakan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menandatangani keppres tersebut setelah nanti dilantik.

Di atas kertas belum tuntas, di lapangan pun sama. Penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung kehidupan masyarakat yang nantinya bakal tinggal di ibu kota baru masih jauh dari kata siap. Barangkali bangunan-bangunan ikonik seperti istana dan taman kota saja yang sudah bisa difungsikan 100%. Selebihnya masih proses.

Itu terbukti dari kembali molornya rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN. Awalnya mereka bakal dipindah September 2024, lalu diundur ke Oktober 2024. Namun, rencana itu mentah lagi, terakhir dijanjikan ASN akan dipindah pada Januari 2025. Entahlah, apakah rencana itu akan tepat waktu atau malah molor lagi, kita tunggu saja.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

Sejujurnya, proyek IKN hanyalah satu contoh keterburu-buruan Jokowi demi mengejar ambisi. Di bidang lain, politik, misalnya, pria dengan nama kecil Mulyono itu juga kerap bertindak buru-buru meski berulang kali pula dia melontarkan kalimat 'ojo kesusu' (jangan terburu-buru, jangan tergesa-gesa) saat bicara soal keputusan-keputusan politiknya.

Ambiguitas semacam itu memang sering kita lihat dari sosok Jokowi. Bibirnya mengucap A, yang ia lakukan B. Mulutnya kerap bicara 'ojo kesusu', tapi langkahnya begitu 'kesusu'. Sampai-sampai muncul guyonan sarkas di kalangan netizen media sosial tentang sikap Pak Presiden itu: 'dengarkan apa yang dikatakan Jokowi, lalu lihat sebaliknya'.

Sikap buru-buru Jokowi dalam politik sudah terlihat sejak ia menjabat Wali Kota Solo pada periode kedua (2010-2015). Ia yang memenangi Pilkada Surakarta 2010 dengan amat telak (bersama wakilnya, FX Hadi Rudyatmo, meraup suara 90,09%), nyatanya tak tahan godaan untuk buru-buru naik kelas. Pada 2012, tiba-tiba ia sudah berada di Jakarta untuk berlaga sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Kisah pun berulang, baru dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi kembali buru-buru ingin menjajal panggung kekuasaan yang lebih besar. Ia maju menjadi calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai cawapres pada Pilpres 2014. Hasilnya, ia menang dan menjadi Presiden ke-7 RI meski dengan membawa sejumlah janji kepada publik Jakarta yang belum ia tuntaskan.

Saat menjadi Presiden, sifat buru-buru Jokowi mulai muncul lagi pada periode keduanya. Kali ini bukan semata untuk dirinya, melainkan juga untuk keluarganya. Baru satu tahun setelah ia memenangi Pilpres 2019, Jokowi sudah buru-buru menyorongkan anak dan menantunya ikut berlaga dalam Pilkada 2020. Gibran Rakabuming di Solo dan Bobby Nasution di Medan.

Tak sampai empat tahun kemudian, langkah mereka berlanjut. Jokowi tak sabar pengin cepat-cepat menaikkan kelas keduanya. Gibran 'dibawanya' menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, sedangkan Bobby disokong menjadi calon gubernur Sumatra Utara. "Pokoknya main cepat mumpung bapak masih menjabat," begitu anekdot yang kerap kita dengar.

Baca juga : Semangat Juang Jadi Modal bagi Nizar Raih Podium Bali Trail Run Ultra 2024

Belakangan, anak bungsunya yang belum matang juga buru-buru ia dorong ke panggung politik nasional. Kaesang Pangarep awalnya 'dititipkan' ke PSI, lalu digadang-gadang bisa ikut Pilkada 2024. Niat terakhirnya itu akhirnya pupus karena perlawanan rakyat.

Jokowi juga menjadi 'manusia buru-buru' dalam konteks pembentukan aturan perundang-undangan, khususnya yang berkaitan atau yang memberi keuntungan pada kepentingan dia dan kroni. UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja dan UU No 3/2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) ialah sedikit contoh regulasi yang diproduksi secara tergesa-gesa ala Jokowi.

Di dunia medis, ada istilah hurry sickness yang didefinisikan sebagai kondisi gangguan psikologis ketika seseorang selalu merasa tergesa-gesa atau tidak sabar ingin segera menyelesaikan setiap hal yang tengah dilakukannya. Gejalanya, sih, mirip seperti yang dilakukan Jokowi, suka terburu-buru, serbacepat, dan ingin cepat pula selesai.

Namun, kiranya menyembuhkan orang dengan gejala medis hurry sickness akan lebih mudah ketimbang menyembuhkan perilaku elite yang suka tergesa-gesa dalam mengejar ambisi atau memanjat kekuasaan. Apalagi kalau dalam ketergesa-gesaan itu mereka juga menihilkan etika. Sulit.



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.