Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Debat Deflasi

09/10/2024 05:00
Debat Deflasi
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MANA yang benar dari perdebatan soal penyebab deflasi lima bulan beruntun terakhir di negeri ini: merosotnya daya beli atau kemampuan pemerintah mengendalikan harga, khususnya pangan? Jawabannya bergantung kepada siapa pertanyaan itu diajukan.

Bila pertanyaan itu diajukan kepada pemerintah, jawaban kedua, yakni kemampuan mengendalikan harga, yang kerap terlontar. Namun, bila pertanyaan itu disampaikan kepada masyarakat kelas menengah, para ekonom, juga pelaku usaha, mereka serempak menjawab daya beli merosotlah yang jadi biang keroknya.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis terjadi deflasi dalam lima bulan beruntun. Pada Mei 2024, terjadi deflasi sebesar 0,03%, lalu berlanjut pada Juni sebesar 0,08%, dan Juli sebesar 0,18%. Pada Agustus deflasi berlanjut lagi sebesar 0,03%, dan per September, deflasi makin dalam menjadi 0,12%.

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Apa sesungguhnya pemicu deflasi beruntun itu versi pemerintah? Dengarkan pernyataan sejumlah pejabat berikut ini. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan deflasi yang terjadi selama lima bulan itu masih sesuai dengan target pemerintah.

Deflasi terjadi, kata Susiwijono, akibat penurunan harga pangan yang sebelumnya bergejolak. Itu berarti deflasi justru menjadi indikasi keberhasilan pemerintah dalam menekan harga pangan yang sudah mengalami kenaikan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan serupa. Deflasi lima bulan terakhir itu utamanya dikontribusikan penurunan harga pangan. Menurut Menkeu, itu juga merupakan perkembangan yang positif untuk menjaga belanja masyarakat menengah bawah yang mayoritas konsumsinya pada kelompok makanan.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

Sri Mulyani mendasarkan penilaian itu dari inflasi inti yang berada di level di 2,09% pada September 2024. Itu artinya, permintaan masih tinggi. Meski tidak secara langsung mengatakan 'daya beli masih baik-baik saja', pernyataan Sri Mulyani itu menandakan pemerintah tidak terlalu risau dengan deflasi lima bulan beruntun.

Lalu, apa yang sesungguhnya terjadi versi kalangan di luar pemerintahan? Mereka serempak menyebut deflasi terjadi karena kian tergerusnya daya beli. Harga-harga sudah turun atau diturunkan, tapi tetap saja konsumen tak sanggup membeli.

Kalangan pengusaha ritel yang tergabung ke dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), misalnya, mengungkapkan penjualan toko-toko ritel saat ini merosot drastis gara-gara pembeli merosot. "Karena produktivitas atau basket size dari konsumen turun, penjual berupaya untuk rebranding atau kemasannya diperkecil supaya turun juga harganya. Jadi, itulah yang membuat deflasi," kata Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Jawaban itu sekaligus membantah pemerintah yang mengeklaim deflasi selama lima bulan berturut-turut itu disebabkan pemerintah memasok barang-barang pangan secara giat hingga menyebabkan harga-harga turun. Menurut Roy, meskipun barang dijual dengan kemasan yang kian mengecil supaya bisa dijangkau masyarakat, faktanya tetap saja tidak mampu menyedot pembeli. Itu artinya daya beli masyarakat tengah ambruk.

Data Aprindo menunjukkan penjualan berbagai toko ritel yang ada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek turun rata-rata 5%-6% per kuartal III 2024. Industri ritel di kawasan Jabodetabek selama ini memegang sepertiga penjualan ritel nasional. Untuk di wilayah selain kawasan Jawa, masih tumbuh 3%-4% pada kuartal III 2024.

Para analis ekonomi juga sudah memberikan peringatan telah terjadi pelemahan daya beli. Pertama, menurunnya kinerja industri manufaktur sehingga purchasing managers' index (PMI) manufaktur masuk ke zona kontraksi dari di level 50,7 pada Juni menjadi 49,3 di Juli 2024. Lalu, pada Agustus turun lagi jadi 48,90 poin, baru kemudian naik tipis di September, tapi masih di angka lesu, yakni 49,20 poin.

Baca juga : Semangat Juang Jadi Modal bagi Nizar Raih Podium Bali Trail Run Ultra 2024

PMI manufaktur ialah indikator ekonomi yang menunjukkan tingkat ekspansi atau kontraksi sektor manufaktur. Angka PMI manufaktur yang berada di atas 50 mengindikasikan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Banyaknya PHK akibat melemahnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga produksi tertahan dan ekspor menurun, juga mengindikasikan merosotnya daya beli. Menurunnya jumlah kelas menengah dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 47,8 juta orang pada 2024 kian menegaskan bahwa daya beli kian merosot.

Sejalan dengan penurunan kelas menengah, angka kredit seret (non-performing loan/NPL) kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio NPL properti yang naik sekitar 0,4% akhir tahun lalu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) soal kemerosotan penjualan kendaraan sepanjang semester I 2024 juga indikator melemahnya daya beli. Selama paruh pertama 2024, penjualan kendaraan mencapai 408.012 unit. Angka penjualan itu turun 19,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 506 ribu unit.

Jadi, siapa pemenang debat soal penyebab deflasi lima bulan beruntun ini? Atau, sebenarnya pemerintah sudah tahu bahwa penurunan daya beli merupakan faktor penentu deflasi beruntun, tapi masih berusaha menghibur diri? Mari nikmati terus perdebatan selanjutnya.



Berita Lainnya
  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.