Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Paus Fransiskus Sumur Inspirasi

09/9/2024 05:00
Paus Fransiskus Sumur Inspirasi
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

SUDAH lama rakyat negeri ini haus akan kehadiran pemimpin yang autentik. Kebanyakan pemimpin yang ada hanya populer karena didandani kosmetik politik alias pakai topeng pencitraan.

Pemimpin autentik itu asli, punya jati diri, dan gagasan orisinal. Pemimpin seperti itu bisa dijadikan sebagai sumur inspirasi yang tidak pernah kering ditimba.

Sumur inspirasi itu ditemukan dalam diri Paus Fransiskus yang berkunjung ke Jakarta pada 3-6 September 2024. Tidak mengherankan berbondong-bondong orang ingin melihatnya, bahkan ingin mendekat sekadar menyentuh jubahnya. Ada harapan besar dalam hati mereka yang merindukan pemimpin autentik.

Baca juga : Jadi Mantan Presiden, Enak?

Inspirasi yang ditimba dari Paus Fransiskus ialah kesederhanaannya. Mulai menaiki pesawat komersial, mobil Innova, hingga menginap di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia. Ia duduk di samping pengemudi sambil melampaikan tangan, kaca jendela dibuka penuh. Sulit menemukan kesederhanaan Paus Fransiskus dalam diri pejabat publik di negeri ini.

Kesederhanaan menjadi daya pikat sosok yang tubuhnya kian renta dimakan usia selama 87 tahun itu. Ada senyum tulus yang terpancar di wajahnya saat duduk di kursi roda yang didorong. Tubuh ringkih itu memancarkan keagungan sebuah kesederhanaan.

Jujur diakui bahwa daya magis kesederhanaan yang dimiliki Paus Fransiskus menyinari semua orang yang melihatnya. Semua orang takjub atas pemimpin spiritual bagi 1,3 miliar pemeluk Katolik di dunia merangkap sebagai kepala negara kota kecil Vatikan.

Baca juga : Sean Gelael Optimistis Raih Podium di Sao Paolo

Vatikan tidak memiliki tambang emas dan kekayaan alam yang berlimpah. Akan tetapi, Paus Fransiskus tetap menjadi pusat gravitasi perababan dunia, bukan seorang kepala negara yang menjadi pusat gratifikasi.

Kewibawaan Paus Fransiskus terletak pada kuasanya yang tetap tegak lurus dengan etika, moral, dan spiritual. Kepemimpinannya tidak pernah menerabas etika hanya untuk mematenkan politik dinasti.

Politik yang didambakan Paus Fransiskus, seperti diucapkannya di luar teks saat berpidato di Istana Negara, ialah wujud dari kasih yang bermakna. Politik tidak divonis sebagai sesuatu yang kotor seperti di negeri ini.

Baca juga : SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Podium Teratas

Mereka yang terlibat dalam kehidupan politik, kata Paus Fransiskus dalam teks pidatonya, harus memperjuangkan kerukunan, persamaan, rasa hormat atas hak-hak dasar manusia, pembangunan berkelanjutan, solidaritas, dan upaya mencapai perdamaian, baik di dalam masyarakat maupun dengan bangsa-bangsa serta negara-negara lain.

Kerangka berpikir Paus Fransiskus terkait dengan politik bisa ditemukan dalam ensiklik Fratelli Tutti tentang Persaudaraan dan Persahabatan Sosial.

Dalam ensiklik itu Paus Fransiskus menyoroti kemerosotan kepemimpinan populer karena mengejar kepentingan segera. Sorotan itu menemukan relevansinya dalam politik kontestasi di negeri ini. Politik yang menggadaikan bantuan dengan suara.

Baca juga : Semangat Juang Jadi Modal bagi Nizar Raih Podium Bali Trail Run Ultra 2024

'Kebutuhan rakyat dipenuhi untuk menjamin suara atau dukungan, tetapi tanpa meningkatkan komitmen yang kuat dan berkesinambungan untuk menyediakan sumber daya bagi perkembangan masyarakat agar mereka dapat mencari nafkah dengan upaya dan kreativitas mereka sendiri', tulis Paus Fransiskus pada ensiklik yang terbit pada 3 Oktober 2020.

Kebutuhan rakyat miskin di negeri ini dipenuhi dengan bantuan sosial. Akan tetapi, bansos bukan sekadar bantuan, melainkan juga upaya pemimpin mengikat warga dalam ikatan pamrih politik.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial menyebutkan bansos merupakan bagian dari skema perlindungan sosial yang bertujuan mencegah dan menangani risiko dari guncangan sosial. Praktiknya, bansos menjadi alat politik untuk menggaet pemilih.

Bantuan yang diberikan bisa berupa beras atau uang. Tulis Paus Fransiskus dalam Ensiklik Fratelli Tutti, program-program bantuan untuk mengatasi beberapa kebutuhan yang mendesak hendaknya dipertimbangkan hanya sebagai jawaban sementara. Sebaliknya, di negeri ini, bansos menjadi program tetap yang pengucurannya kian meningkat jelang pemilu dan pilkada.

Paus Frasiskus juga menulis terkait bantuan uang. 'Saya menekankan bahwa membantu orang miskin dengan uang harus selalu menjadi solusi sementara untuk mengatasi keadaan darurat. Tujuan utama seharusnya selalu memungkinkan mereka hidup bermartabat melalui pekerjaan'.

Kita berterima kasih kepada Paus Fransiskus yang memberikan keteladanan bukan cuma dengan lisan, melainkan juga dirinya yang seutuhnya menjadi teladan kesederhanaan. Keagungannya ialah kesederhanaan sehingga ia patut diteladani.

Keteladanan menjadi persoalan besar di negeri ini. Tap VI/MPR/2021 menyebutkan salah satu persoalan serius negeri ini ialah kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa.

Terkait dengan etika sosial dan budaya, disebutkan, perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin baik formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat. Kebanyakan pemimpin tidak satu kata dengan perbuatan, lisan mendahului akal.

Kesederhanaan Paus Fransiskus telah menampar para pejabat yang doyan kemewahan. Jauh lebih penting lagi ialah para uskup dan imam bersungguh-sungguh meneladani kesederhanaan sang pemimpin, jangan tergoda dengan kemewahan duniawi. “Mari kita belajar untuk hidup sederhana sehingga orang lain dapat hidup dengan sederhana,” kata Mahatma Gandhi. Paus Fransiskus menjadikan dirinya sebagai sumur inspirasi bagi yang haus keteladanan.

 



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.